Ada dua jenis website yang bisa dikategorikan berdasarkan biaya pembuatan. Pertama, yakni website gratis dan yang kedua yakni website berbayar. Keduanya sama-sama populer digunakan untuk menunjang aktivitas pemasaran. Namun, ada beberapa perbedaan signifikan yang perlu sahabat Qwords pertimbangkan sebelum memutuskan platform mana yang akan digunakan.

Perbedaan Website Gratis dan Website Berbayar
Perbedaan Website Gratis dan Website Berbayar

 

Contoh Website Gratis

Website gratis adalah opsi terbaik bagi blogger maupun pebisnis online yang baru belajar untuk terjun ke dunia digital. Contoh website gratis bisa Anda temukan pada blog atau website yang masih menggunakan subdomain blogspot.com atau wordpress.com.

Baca juga: Blogspot atau WordPress? Ini Jawabannya

Sementara untuk website berbayar sudah menggunakan ekstensi domain top level, seperti .COM / .NET / .ORG / .ID. Jika Anda tertarik untuk menggunakan, semua jenis domain ini bisa didapatkan di Qwords.com mulai dari Rp100 Ribuan.

 

Contoh Website Berbayar

Website berbayar
Website berbayar

Contoh website berbayar di antaranya seperti SmartrieMall.com, IndependenNews.com, Hipwee.com, dan beberapa website komersil lainnya. Website jenis ini biasanya dibangun menggunakan CMS (Content Management System) berbasis WordPress.org yang di hosting secara mandiri.

Tak lupa, pemilik website juga menggunakan ekstensi domain populer yang lebih pendek dan mudah dihafal. Sangat berbeda jika dibandingkan contoh website gratisan yang masih menggunakan embel-embel platform di akhir URL, misalnya qwords.blogspot.com atau qwords.wordpress.com.

 

Perbedaan Website Gratis dan Website Berbayar

 

1.Dukungan Teknis

Bantuan teknis
Bantuan teknis

Website gratis biasanya tidak mendapatkan dukungan teknis dari platform tempat membuat website. Jadi, jika ada masalah seperti error pada tampilan, server down, hingga situs tidak bisa di akses maka kita tidak bisa meminta bantuan atau mengirim komplain.

Berbeda halnya dengan website berbayar, kalaupun website Anda down dan tidak bisa diakses maka kendala tersebut bisa disampaikan melalui support ticket layanan web hosting yang digunakan.

 

2.Kualitas Server Website

server
server

Sebagai pengguna website gratisan, Anda tentu tidak memiliki banyak opsi untuk menentukan kualitas server website yang akan digunakan. Biasanya, pihak penyedia platform website gratisan menyediakan server di luar negeri yang digunakan secara bersamaan.

Platform website gratis Blogspot.com dan WordPress.com misalnya, kedua layanan tersebut semuanya memberikan akses server hosting di luar negeri sehingga kurang cocok digunakan untuk situs yang mayoritas pengunjungnya berasal dari Indonesia.

Dengan menggunakan website berbayar, Anda bisa mendapatkan spesifikasi server, lokasi, serta kualitas sesuai dengan keinginan. Pilihannya pun sangat beragam, mulai dari paket dedicated server untuk mengakomodir kebutuhan website dengan traffic besar, hingga paket shared hosting yang harganya ramah untuk kantong.

 

3.Keamanan Data Pengguna

 

Salah satu kehawatiran terbesar ketika menggunakan website gratis terletak pada keamanan data. Pasalnya, file atau data website yang kita miliki sewaktu-waktu bisa dihapus tanpa sepengetahuan.

Ibarat kata Anda numpang tidur dan beraktifitas di rumah orang tanpa membayar biaya sewa, maka Anda juga harus siap menanggung resiko diusir oleh sang pemilik rumah, baik ketika melakukan kesalahan atau tidak.

Maka dari itu, sangat disarankan bagi para pebisnis maupun blogger professional agar segera migrasi dari platform gratisan ke platform berbayar. Biayanya sendiri tergolong murah kok, apalagi di Qwords.com saat ini sedang ada promo Migrasi Hosting, beli hosting 12 bulan gratis 3 bulan, atau Anda hanya perlu membayar biaya sewa selama 9 bulan saja. Sangat menarik bukan?

 

4.Kelengkapan Fitur Website

WordPress Plugin
WordPress Plugin

Perbedaan berikutnya yang cukup mencolok dari website gratis dan website berbayar terletak pada banyaknya fitur yang bisa digunakan.

Sebagai contoh, ketika Anda membuat website gratis dengan platform WordPress.com maka Anda tidak bisa menggunakan fitur Plugin. Contoh lain, bagi penguna Blogspot atau Blogger.com sistem penamaan permalinknya harus menggunakan bulan dan tanggal di belakang ekstensi domain.

Keterbatasan-keterbatasan seperti ini tentu bisa diatasi dengan mudah kalau Anda memilih untuk menggunakan website berbayar dibandingkan website gratisan.

 

5.Opsi Monetasi Iklan

 

Sudah bukan rahasia lagi jika iklan atau Ads menjadi sumber utama pemasukan dari para blogger. Dalam hal ini Anda akan sedikit mengalami kendala jika menggunakan platform WordPress.com karena pihak pengembang tidak mengizinkan blogger untuk memasang iklan Google Adsense, mgid, atau PPC lain yang membutuhkan implementasi kode javascript.

Kelemahan ini memang bisa diakali dengan membuat blog gratis menggunakan blogspot yang bisa dipasang iklan Google Adsense. Namun, besaran komisi yang akan didapatkan nantinya bakal mendapat potongan lebih besar dibandingkan pendapatan iklan jika menggunakan wesite self hosting atau website berbayar.

 

Bikin Website Profesional Semakin Mudah dan Murah

 

Itulah pembahasan terkait perbedaan website gratis dan website berbayar. Sejatinya,masing-masing platform sendiri memiliki segmen pasar berbeda, yang satu untuk digunakan oleh para pemula (belajar), kemudian website berbayar untuk kalangan pebisnis profesional.

Meski begitu, sayangnya masih banyak yang masih belum menyadari kelebihan dari website berbayar. Saat ini mayoritas pebisnis bahkan masih mengandalkan website gratisan sebagai pilar utama untuk menopang promosi di ranah digital.

Hasilnya, mayoritas website kurang mendapat perhatian dan sangat sulit muncul di hasil penelusuran. Maka dari itu, yuk segera bikin website professional dengan menyewa hosting terbaik Indonesia dari Qwords.com yang bisa didapatkan mulai dari Rp14 ribuan saja perbulan. Sangat terjangkau bukan?

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *