Jika Anda saat ini menggunakan jaringan internet, pasti ada perangkat keras jaringan yang bernama router. Router inilah yang berfungsi membagi jaringan menjadi beberapa user melalui mekanisme yang dimiliki. Umumnya router saat ini sudah mendukung jaringan wireless dan jaringan kabel.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai router, kita membahas dulu mengenai apa yang dimaksud dengan jaringan, khususnya pada jaringan internet. Jaringan adalah kumpulan dari berbagai komputer dan device yang saling terhubung antara satu dengan lainnya. Hubungan dalam satu jaringan ini bisa disebut juga network link.

Dalam suatu jaringan ada satu komputer utama yang berfungsi menjadi server dan ada yang menjadi client, tidak lupa dalam menyebarkan semua jaringan kepada user menggunakan perangkat router.

Router adalah protokol jaringan yang berfungsi untuk meneruskan rute jaringan dari satu jaringan menuju jaringan yang lain. Pada saat router memindahkan paket data dari satu router ke router lainnya dalam jaringan dinamakan proses routing.

Dalam setiap pengiriman datanya, router membedakan kepada setiap user dengan menggunakan IP address yang berbeda untuk menghindari tabrakan (collision).

Perbedaan Routing Statis dan Dinamis

Routing static dan routing dinamis
Routing static dan routing dinamis

Dalam jaringan, ada berbagai macam routing yang sering digunakan saat ini, tetapi kali ini kami akan membahas 2 routing yang paling banyak digunakan yaitu routing static dan routing dinamis.

Jika Anda belum tahu apa itu routing, routing adalah proses penentuan jalur terbaik yang akan dilalui oleh paket. Nah agar Anda tidak salah, kami sudah menyiapkan pembahasan mengenai apa perbedaan dari routing static dan routing dinamis dalam jaringan?

Routing Statis

Routing statis (Static Routing) adalah proses setting router jaringan menggunakan tabel routing yang dilakukan secara manual saat melakukan konfigurasi. Jika ada perubahan, maka administrator jaringan harus melakukan setting ulang pada jaringan.

Routing static merupakan pengaturan yang paling simple dalam jaringan komputer, untuk menggunakannya administrator tinggal mengisi dalam tabel entri forwarding pada setiap router yang terhubung pada jaringan tersebut.

Routing static
Routing static

Penggunaan routing statis cocok untuk jaringan internet berskala kecil, untuk jaringan yang skalanya besar tidak disarankan menggunakan routing statis. Nah setiap routing pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya, berikut kelebihan dan kekurangan routing statis:

Kelebihan Routing Statis

  • Meringankan kinerja dari prosesor router karena pemrosesan sudah tersebar pada setiap router.
  • Menghemat bandwidth karena tidak ada bandwidth yang terbuang saat terjadi pertukaran paket.
  • Memperoleh informasi dari isi tabel routing pada saat terjadi proses tukar menukar paket.
  • Routing statis lebih aman
  • Administrator bebas menentukan jalur jaringan

Kekurangan Routing Statis

  • Network admin harus mengetahui segala informasi tentang router yang tersambung.
  • Hanya bisa untuk jaringan berskala kecil
  • Konfigurasi lebih rumit apalagi kalau banyak komputer yang terhubung
  • Membutuhkan waktu konfigurasi yang lebih lama
  • Jika ada jalur yang rusak jaringan akan terhenti

Routing Dinamis

Routing dinamis (Dynamic Routing) adalah router yang memiliki kemampuan untuk membuat tabel routing secara otomatis berdasarkan lalu lintas jaringan dan router yang terhubung. Jika diartikan, dinamis adalah bisa berubah-ubah, jadi IP Addressnya selalu berubah sewaktu-waktu.

Routing dinamis ini kebalikan dari routing statis yang semuanya harus dilakukan secara manual. Protokol routing akan mengatur router secara otomatis sehingga bisa berkomunikasi satu dengan lainnya dengan saling memberikan informasi antar router.

Routing dinamis
Routing dinamis

Routing dinamis mempelajari sendiri arah dari rute yang terbaik untuk meneruskan paket dari satu network menuju network lainnya. Administrator tidak bisa menentukan rute mana yang harus dilewati, melainkan semuanya sudah secara otomatis berjalan.

Pengisian dan pemeliharaan pada routing table dilakukan secara otomatis sehingga antar router satu dengan lainnya saling bertukar informasi untuk mengetahui alamat tujuan dan menerima tabel routing. Ada beberapa macam routing dinamis yang perlu Anda ketahui:

  • RIP (Routing Information Protocol)
  • IGRP (Internal Gateway Routing Protocol)
  • OSPF (Open Shortest Path First)
  • BGP (Border Gateway Protocol) 

Kelebihan Routing Dinamis

  • Proses konfigurasi jaringan lebih cepat
  • Bisa digunakan untuk jaringan berskala besar
  • Jika ada jalur yang rusak tetap aman
  • Jalur ditentukan secara otomatis oleh sistem

Kekurangan Routing Dinamis

  • Bandwidth yang dibutuhkan lebih besar
  • Jalur yang bisa menentukan adalah sistem bukan dari administrator
  • Membutuhkan RAM yang lebih besar untuk menentukan jalur terbaik saat terjadi down

Demikian pembahasan mengenai perbedaan routing static dan routing dinamis pada jaringan. Banyak perbedaan dari kedua jenis routing tersebut terutama fitur dan kemampuannya. Saat ini perangkat keras jaringan yang paling banyak menggunakan router CISCO karena konfigurasinya yang lebih familiar dan tersedianya fitur CISCO Packet Tracer yang memudahkan dalam simulasi penggunaan jaringan dan juga bisa Anda gunakan untuk belajar.

Perlu diketahui bahwa Qwords tidak hanya membahas mengenai jaringan saja, melainkan memiliki layanan penjualan domain hosting murah dari Qwords untuk kebutuhan website Anda. Tunggu apalagi bagi Anda yang belum memiliki website pesan sekarang juga untuk mendapatkan harga spesial.

Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *