Mengenal Cara Kerja dan Jenis-jenis Web Server dalam Website

3 min read

Mengenal Cara Kerja dan Jenis-jenis Web Server dalam Website

Apa Itu Web Server? Bicara soal pengertian web server tentu tak bisa lepas dari peran CERN (Organisasi Riset Nuklir Eropa) yang telah berhasil mengembangkan sebuah protokol untuk keperluan saling tukar informasi antar peneliti lewat jaringan komputer.

Sampai saat ini, terdapat beberapa pilihan layanan web server yang biasa digunakan oleh perusahaan maupun pengguna perorangan. Nah, pada artikel kali ini Sahabat Qwords akan diajak untuk mengenal lebih dalam terkait macam-macam web server lengkap dengan cara kerja maupun fungsinya dalam sebuah website.

Selain itu, nanti kita juga akan membahas sekilas mengenai kekurangan dan kelebihan dari tiap jenis web server yang dgunakan agar Anda semakin paham. Penasaran seperti apa pembahasannya? Yuk, langsung saja kita simak dibawah ini.

Pengertian web server dan Jenis-jenis Web Server dalam Website
Pengertian web server dan Jenis-jenis Web Server dalam Website

Pengertian web server

Menurut penuturan para ahli yang dituangkan dalam laman Wikipedia, web server adalah istilah yang kerap digunakan untuk menyebut sebuah perangkat keras dan perangkat lunak yang berperan dalam menyediakan layanan akses atas berkas-berkas pada suatu situs web. Akses dat trsebut kemudian didistribusikan kepada pengguna lewat protokol HTTP maupun HTTPS.

Jadi, secara umum web server bisa disimpulkan sebagai pemberi data kepada web client (browser) seperti Mozilla Firefox, Google Chrome, Safari, Opera, dll, agar bisa menampilkan konten dari halaman website tertentu.

Jika merujuk pada pengertian web server di atas, sebenarnya berbagai komponen terkait keberlangsungan sebuah website sejatinya memang saling berkaitan dengan web server.

 

Jenis-jenis Web Server

 

1. Apache

Apache web server qwords by Andy N
Apache web server qwords

Apache merupakan salah satu contoh web server yang paling banyak digunakan di internet pada saat ini. Popularitas program yang pertama kali di desain untuk sistem operasi lingkungan UNIX tersebut cukup mumpuni berkat adanya beragam program pendukung yang bisa dimanfaatkan oleh pengguna.

Keunggulan Apache Web Server:

  • Pengeturan lebih mudah
  • Jejaring komunitas besar
  • Open Source

 

2. NginX

NginX web server by Andy N
NginX web server

NginX (dibaca: engine X) merupakan nama dari sebuah program web server yang bersifat open source sehingga bisa digunakan oleh siapa saja secara gratis. Salah satu kelebihan NginX yang banyak disukai adalah kemampuannya dalam menghandle trafik lebih tinggi jika dibandingkan dengan Apache web server yang sudah kita bahas pada point sebelumnya.

Selain itu, NginX juga memiliki keunggulan lain dari segi performa, arsitektur event based dan kehadiran fitur-fiturnya yang sangat bermanfaat.

Keunggulan NginX:

  • Memiliki performa tinggi
  • Ringan
  • Terkenal dengan kinerja fitur yang stabil

 

3. IIS (Internet Information Services) Web Server dari Microsoft

Internet Information Service (ISS) adalah web server hasil garapan Microsoft yang terintegrasi di dalam sistem operasi Windows. Walaupun kurang populer, IIS telah berkembang dan berevolusi secara masif sejak pertama kali diperkenalkan hampir dua dekade silam. Kelemahan awal dari web server ini terletak pada segi keamanan, namun dalam versi terbaru berbagai masalah kritikal tampaknya sudah mampu dihilangkan untuk menarik lebih banyak pengguna.

 

Keunggulan IIS (Internet Information Services) Web Server dari Microsoft:

  • Mendukung kinerja penuh pada sistem perasi Windows
  • Punya kinerja PHP lebih stabil
  • Terdapat kemampuan pengecekan kesalahan

 

4. Sun Java System Web Server

Web server ketiga yang bisa Anda coba yakni Sun Java System Web Server. Program gratis yang berjalan di atas sistem operasi Windows, Solaris, dan HPUX itu biasanya kerap digunakan untuk pengembangan aplikasi web J2EE karena sudah mendukung teknologi JavaServer Pages (JSP), JavaServlet, dan Server-Side JavaScript (SSJS). Kelebihan dalam Sun Java, pertama yakni aman dan mudah digunakan, menyediakan organisasi dengan platform penyebaran tunggal, gratis tanpa biaya berlangganan.

 

5. Zeus Web Server

Setiap program pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Begitu pula dengan Zeus Web Server yang awalnya hanya berjalan di sistem operasi Unix. Zeus Web server dirancang untuk bisa bekerja menghandle web server kinerja tinggi baik konten statis maupun dinamis. Namun, sayangnya Zeus sepertinya sudah mati karena tidak ada perkembangan dari sang vendor sejak tahun 2010 silam. Terlepas dari itu, Zeus Web Server memiliki kelebihan dari segi fleksibilitas manajemen web, kemampuan integrasi aplikasi yang luas, serta kisaran paling komprehensif dari perangkat lunak server komersial.

 

6. Xitami Web Server

Xitami merupakan web server yang bersifat gratis dan open source hasil garapan iMatix Corporation. Proses pengembangan web server ini pertama kali dilakukan pada tahun 1996, sebelum akhirnya mengalami penghentian updatte fitur pada pertengahan tahun 2000 silam.

Keunggulan Xitami Web Server

  • Open Source
  • User Friendly
  • Punya dokumentasi yang memadahi
  • Bisa brjalan dalam banyak platform

 

Harga Web server

 

Banyak perusahaan di Indonesia yang saat ini sudah menghadirkan web server berkualitas dalam paket penjualan hosting unlimited murah untuk mengakomodir kebutuhan website. Tidak hanya itu saja, pilihan paket hosting yang ditawarkan juga sangat beragam. Misalnya seperti layanan hosting tahunan murah dengan biaya web hosting per tahun, hosting murah bayar bulanan, hingga paket hosting murah gratis domain seperti pada layanan HPCH (High Performance Cloud Hosting) di Qwords.com.

 

Kesimpulan

Itulah artikel pengenalan seputar pengertian web server lengkap dengan fungsi serta jenis-jenis web server yang umum digunakan di Indonesia maupun secara global.

Bagi Anda yang saat ini memiliki keinginan untuk membangun website sendiri, jangan sampai melupakan faktor-faktor krusial seperti tipe paket hosting ataupun jenis web server yang digunakan. Pasalnya, meskipun terdengar kurang familiar hal-hal mendasar seperti ini kadang justru bisa menjadi batu sandungan yang berpotensi menurunkan performa website secara signifikan.

Baca juga: Mengapa Brand Anda Harus Punya Website?

Sebaiknya, pilihlah web hosting yang sudah menggunakan web server sesuai kebutuhan. Misalnya, jika Anda masih dalam tahap belajar bisa memanfatkan layanan hosting murah dari Qwords.com yang menggunakan web server Apache. Sementara itu, jika Anda ingin memiliki hosting dengan kecepatan prima salah satunya bisa mengandalkan paket Unlimited Hosting dari Qwords.com yang sudah dilengkapi Web Accelerator berteknologi Litespeed API PRO + CRIU untuk menghasilkan performa lebih cepat dari FastCGI, mod_OHP maupun NginX.

Bagaimana menurut Anda? Tertarik untuk mencobanya?

2 Replies to “Mengenal Cara Kerja dan Jenis-jenis Web…”

  1. artikel yang bagus min. baru sekarang saya mengerti (meski sekilas) tentang web server. NGIX ternyata singkatan dari Engine X…

    1. asal jangan baca nginggg aja kak, malu-maluin anak IT haha
      terima kasih ditunggu kunjungan kembalinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *