Dalam dunia pengembangan web (website development), bahasa pemrograman PHP tentunya sudah sangat dikenal bagi para pengembang (developer), karena bahasa ini mendominasi website yang ada di jagat maya.
Artinya, sebagian besar website yang ada sekarang menggunakan PHP sebagai bahasa pemrogramannya, tak terkecuali website populer seperti Facebook.
Saking populernya, semua sistem operasi populer, seperti Windows, macOS, hingga Linux bisa menjalankan PHP.
Nah, jika Sahabat Qwords tertarik mempelajari bahasa pemrograman populer ini, kami telah mengulasnya secara lengkap melalui artikel berikut ini. Jadi, yuk kita mulai ulasannya!
Apa Itu PHP?
PHP adalah singkatan dari Hypertext Preprocessor, sebuah bahasa pemrograman yang dikategorikan sebagai bahasa scripting dan interpreted language.
Artinya, kode PHP dijalankan secara langsung oleh server tanpa perlu di-compile terlebih dahulu.
Bahasa ini sangat populer dalam pengembangan web dan banyak digunakan bersamaan dengan HTML, CSS, dan JavaScript.
PHP menjadi pilihan banyak developer karena sintaksnya relatif mudah dipelajari, fleksibel, dan memiliki dukungan luas untuk berbagai database, mulai dari MySQL, PostgreSQL, hingga Oracle.
Selain itu, beragam framework seperti Laravel, CodeIgniter, dan Symfony tersedia untuk mempercepat pengembangan aplikasi web berbasis PHP.
Sejarah Singkat PHP
Awalnya, PHP dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995 sebagai sekumpulan skrip CGI (Computer-Generated Imagery) untuk memantau pengunjung situs pribadinya.
Lambat laun, skrip tersebut semakin berkembang, dan developer lain mulai berkontribusi dengan menambah fitur dan memperbaiki performa, hingga akhirnya resmi dirilis sebagai proyek open-source.
Dengan kemampuan menyematkan kode PHP di dalam file HTML, Lerdorf membuka peluang bagi para developer untuk menyembunyikan logika server dari pengguna sekaligus menghindari penulisan ulang markup yang sama berulang-ulang.
Hasilnya, kini lebih dari 78% situs web di dunia menggunakan PHP, termasuk platform besar seperti Facebook, Wikipedia, WordPress, Yahoo, dan MailChimp.
Struktur Dasar dalam Pengembangan PHP: Class, Config, CRUD, dan Function
Dalam pengembangan aplikasi berbasis PHP, penting untuk Sahabat Qwords memahami bagaimana struktur proyek disusun agar kode lebih terorganisir, efisien, dan mudah dikelola. Berikut beberapa elemen umum yang sering digunakan:
1. Class
Class dalam PHP digunakan untuk menerapkan konsep Object-Oriented Programming (OOP). Dengan class, Sahabat Qwords bisa mengorganisir kode ke dalam objek yang memiliki atribut (variabel) dan method (fungsi).
Contoh class sederhana:
class Kendaraan {
public \$jenis;
public function setJenis(\$jenis) {
\$this->jenis = \$jenis;
}
public function getJenis() {
return \$this->jenis;
}
}2. Config
Folder atau file konfigurasi (config) digunakan untuk menyimpan pengaturan penting seperti koneksi database, URL dasar, dan parameter lainnya. Ini membantu agar konfigurasi tidak tersebar dibanyak file.
Contoh file config:
<?php // config.php \$host = "localhost"; \$user = "root"; \$pass = ""; \$db = "nama_database"; \$conn = mysqli_connect(\$host, \$user, \$pass, \$db); ?>
3. CRUD (Create, Read, Update, Delete)
CRUD adalah operasi dasar yang digunakan untuk memanipulasi data dalam database.
Contoh sederhana operasi CRUD dengan PHP dan MySQL:
- Create (menambahkan data)
\$sql = "INSERT INTO users (nama, email) VALUES ('Prayoga', 'mail@prayoga.id')";
mysqli_query(\$conn, \$sql);- Read (menampilkan data)
\$result = mysqli_query(\$conn, "SELECT * FROM users");
while (\$row = mysqli_fetch_assoc(\$result)) {
echo \$row['nama'];
}- Update (memperbarui data)
\$sql = "UPDATE users SET nama='Prayoga' WHERE id=1"; mysqli_query(\$conn, \$sql);
- Delete (menghapus data)
\$sql = "DELETE FROM users WHERE id=1"; mysqli_query(\$conn, \$sql);
4. Function
Function adalah blok kode yang digunakan untuk melakukan tugas tertentu. Function berguna untuk menghindari penulisan kode yang berulang-ulang.
Contoh function:
function salam(\$nama) {
return "Halo, \$nama!";
}
echo salam("Prayoga");Fungsi PHP
Pada dasarnya, fungsi PHP yaitu mengubah halaman statis menjadi halaman dinamis pada sebuah website. Artinya, data yang Sahabat Qwords tampilkan di website bisa berubah-ubah sesuai kebutuhan. Beberapa fungsi utamanya antara lain:
- Memproses data form: mengumpulkan input pengguna dari formulir HTML.
- CRUD database: menambahkan, membaca, mengubah, dan menghapus data di database.
- Manajemen sesi dan akses pengguna: memeriksa hak akses dan mempertahankan status login.
- Enkripsi/dekripsi: mengamankan data sebelum disimpan atau dikirim.
- Integrasi API: berkomunikasi dengan layanan eksternal, misalnya gateway pembayaran atau layanan SMS.
Kelebihan PHP
Berikut beberapa kelebihan bahasa pemrograman PHP yang menjadikannya populer hingga saat ini:
- Gratis & Open-Source
Sahabat Qwords bebas menggunakan PHP tanpa biaya lisensi, serta dapat membaca, dan memodifikasi kode sumbernya. - Mudah Dipelajari
Sintaks PHP sederhana dan mirip dengan bahasa scripting lain, sehingga sangat ramah bagi pemula. - Integrasi yang Fleksibel
Bisa digabungkan dengan HTML/CSS/JavaScript dan mendukung beragam database secara native. - Komunitas Besar
Tutorial, dokumentasi, library, dan framework banyak tersedia, plus aktifnya forum diskusi di seluruh dunia. - Performa Baik
PHP versi terbaru (PHP 8 ke atas) memperkenalkan JIT compiler yang meningkatkan kecepatan eksekusi skrip. - Banyak Framework & CMS
Laravel, Symfony, dan CodeIgniter memudahkan pembuatan aplikasi terstruktur; WordPress, Drupal, dan Joomla membuat pembuatan situs lebih cepat.
Kekurangan PHP
Sama seperti bahasa pemrograman lainnya, PHP juga punya beberapa kekurangan yang perlu Sahabat Qwords ketahui, seperti:
- Penamaan Fungsi Kurang Konsisten
Beberapa fungsi bawaan PHP punya pola nama yang berbeda-beda, contohnya str_replace() dan array_merge(). Hal ini bisa membingungkan, terutama untuk pemula. - Keamanan Tergantung Developer
PHP memberikan fleksibilitas tinggi, tapi keamanan tetap tanggung jawab developer. Misalnya, fitur seperti magic quotes sudah tidak ada sejak PHP 5.4, jadi Sahabat Qwords harus rajin menyaring dan memvalidasi input secara manual agar aplikasi aman. - Belajar Framework Butuh Waktu
Framework seperti Laravel atau Symfony memang mempermudah pengembangan, tapi kamu tetap perlu waktu untuk memahami struktur, konvensi, dan cara kerjanya. - Manajemen Dependensi Bisa Rumit
PHP menggunakan Composer untuk mengatur library. Ini sangat membantu, tapi kalau tidak hati-hati, bisa terjadi konflik versi antara satu library dengan yang lain.
Contoh Penggunaan PHP
Berikut contoh skrip PHP sederhana untuk menampilkan data dari form dan menyimpannya ke database MySQL:
<?php
// koneksi ke MySQL
$conn = new mysqli("localhost", "root", "", "db_sahabat"); //
cek koneksi
if ($conn->connect_error) {
die("Koneksi gagal: " . $conn->connect_error);
}
// tangkap data form
$nama = $_POST['nama'];
$email = $_POST['email'];
// simpan ke tabel users
$sql = "INSERT INTO users (nama, email) VALUES ('$nama', '$email')";
if ($conn->query($sql) === TRUE) {
echo "Data berhasil disimpan, terima kasih, $nama!";
} else {
echo "Error: " . $sql . "<br>" .
$conn->error; } $conn->close();
?>
Penjelasan singkat:
- Membuka koneksi ke database
- Mengambil data nama dan email dari form via $_POST
- Menjalankan perintah INSERT untuk menyimpan data
- Menampilkan pesan sukses atau error
Sudah Memahami Apa itu PHP?
PHP adalah bahasa pemrograman standar yang berbasis server-side. Dengan komunitas yang besar dan ekosistem yang terus berkembang, PHP tetap jadi pilihan solid untuk membangun aplikasi web.
Jika ada pertanyaan atau butuh bantuan lebih lanjut, jangan ragu tinggalkan komentar di bawah ya.
Selamat mencoba dan semoga artikel ini bermanfaat untuk perjalanan coding Sahabat Qwords!


