Sebuah jaringan komputer LAN (Local Area Network) yang berbeda-beda tentu bakal sulit untuk disatukan atau terkoneksi satu sama lain karena perbedaan setting yang ada.
Sehingga untuk menghubungkannya, dibutuhkan sebuah perangkat yang membantu koneksi antarperangkat agar berjalan lancar.
Nama perangkat tersebut ialah bridge. Mungkin kamu pernah dengar istilah bridging atau wireless bridge, terutama saat mengatur jaringan Wi-Fi di rumah atau kantor.
Bahkan siswa SMK jurusan Teknik Komputer Jaringan bisa lebih memahami perkara ini. Namun, sebagai referensi tambahan terkait bridge, informasi berikut ini bisa kamu jadikan sarana untuk memahaminya secara tuntas!
Pengertian Bridge
Bridge adalah alat yang berfungsi sebagai “jembatan” penghubung antara dua atau lebih jaringan lokal (LAN) agar bisa bekerja layaknya satu jaringan yang utuh.
Bridge memungkinkan untuk dilakukannya koneksi jaringan komputer, semisal Ethernet dengan fast Ethernet, atau segala tipe jaringan yang serupa maupun sama namun dalam wilayah LAN yang berbeda.
Alat ini, bridge, melakukan pekerjaannya di dalam data link layer model OSI (Open System Interconnection).
Oleh sebab itu, bridge sangat dapat menyambungkan jaringan komputer yang menggunakan transmission mode atau medium access control yang tidak sama.
Selain itu, bridge juga merupakan alat yang dapat mempelajari alamat link yang dimiliki oleh setiap perangkat yang terkoneksi dengannya.
Bahkan mengatur alur frame berdasarkan alamat-alamat yang dimiliki.
Fungsi Bridge
Setelah tahu pengertian bridge, sekarang waktunya kita membahas fungsi bridge. Berikut beberapa fungsi utama bridge dalam jaringan:
-
Menghubungkan dua jaringan LAN yang berbeda
Contohnya, jika kamu punya dua jaringan di gedung A dan B yang tidak terhubung langsung, maka bridge bisa menggabungkan keduanya agar bisa saling komunikasi. -
Memperluas jaringan lokal
Bridge memudahkan penggabungan beberapa segmen jaringan agar menjadi satu jaringan yang lebih besar dan efisien. -
Membatasi lalu lintas data
Bridge mampu menyaring lalu lintas data antarsegmen jaringan, sehingga hanya data yang diperlukan saja yang dikirim. Ini bisa mencegah kemacetan lalu lintas data. -
Meningkatkan efisiensi jaringan
Karena bridge bekerja di layer 2 (Data Link Layer) pada model OSI, alat ini bisa membaca alamat MAC dari setiap perangkat dan mengatur lalu lintas data dengan lebih cerdas. -
Sebagai pemancar Wi-Fi
Pada jaringan modern, bridge juga bisa berfungsi sebagai wireless bridge untuk memperluas jangkauan Wi-Fi tanpa kabel tambahan.
Cara Kerja Bridge
Cara kerja bridge cukup sederhana namun efektif. Ketika sebuah data (frame) dikirim di dalam jaringan, bridge akan:
-
Membaca alamat MAC dari frame tersebut.
-
Mencatat alamat MAC dan dari port mana asalnya.
-
Menganalisis apakah data tersebut perlu diteruskan ke jaringan lain atau cukup di dalam segmen yang sama.
-
Mengirim data hanya ke jaringan tujuan yang tepat, bukan ke semua jaringan.
Dengan kemampuan ini, bridge bisa mengurangi traffic tidak perlu dan meningkatkan efisiensi koneksi.
Mode Bridge dan Mode AP-Bridge
Dalam pengaturan jaringan, kamu mungkin pernah melihat istilah mode bridge dan mode AP-Bridge. Keduanya digunakan pada perangkat router nirkabel seperti MikroTik, TP-Link, dan sejenisnya. Berikut ulasan mengenai mode bridge dan AP-bridge:
-
Mode Bridge
Mode ini biasanya digunakan untuk menghubungkan satu perangkat ke jaringan utama, sehingga cocok untuk sistem Point to Point (PTP). -
Mode AP-Bridge
Sementara itu, mode ini dipakai untuk melayani banyak client sekaligus, alias Point to Multi Point (PTMP), menjadikannya lebih tepat untuk jaringan berskala besar seperti kampus, hotel, atau kantor.
Contoh Penggunaan Bridge dalam Jaringan
Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh penggunaan bridge dalam jaringan:
-
Sebuah sekolah memiliki dua gedung, masing-masing dengan jaringan LAN sendiri. Dengan bridge, dua jaringan ini bisa saling terhubung dan guru di gedung A bisa mengakses printer yang ada di gedung B.
-
Sebuah warnet ingin memperluas jaringan ke lantai dua. Daripada menarik kabel baru, mereka cukup menggunakan wireless bridge untuk menyambungkan jaringan ke lantai atas.
Kelebihan dan Kekurangan Bridge
Kalau kamu sedang mengatur jaringan LAN dan ingin menghubungkan beberapa segmen jaringan agar bisa berkomunikasi dengan lancar, perangkat bridge bisa jadi solusi yang tepat.
Tapi, sebelum kamu memutuskan untuk menggunakannya, ada baiknya kalau kamu memahami kelebihan dan kekurangan bridge secara menyeluruh:
Kelebihan
Bridge memiliki sejumlah kelebihan yang membuatnya cukup populer di lingkungan jaringan lokal, khususnya untuk skala kecil hingga menengah. Berikut beberapa keunggulan bridge:
1. Memperluas Jaringan Lokal
Bridge memudahkan kamu menggabungkan dua atau lebih jaringan LAN yang berbeda menjadi satu jaringan yang lebih besar. Misalnya, jika kamu punya dua ruang kantor yang masing-masing punya jaringan sendiri, bridge bisa menyatukannya tanpa perlu mengganti struktur jaringan yang ada.
2. Mengurangi Traffic Data yang Tidak Perlu
Seperti yang telah kami jelaskan di awal tadi, bahwasannya bridge bekerja di lapisan data link (Layer 2 OSI) dan mampu menyaring lalu lintas data berdasarkan alamat MAC. Artinya, data yang tidak ditujukan untuk segmen jaringan tertentu tidak akan diteruskan, sehingga traffic jaringan jadi lebih efisien.
3. Meningkatkan Performa Jaringan
Dengan menyaring dan mengatur lalu lintas data, bridge membantu mengurangi tabrakan data (collision) dan mempercepat koneksi antarperangkat dalam jaringan yang luas.
4. Kompatibel dengan Berbagai Jenis Jaringan LAN
Bridge bisa menghubungkan jaringan yang menggunakan standar atau protokol berbeda, misalnya antara Ethernet dan Fast Ethernet, asalkan masih dalam konteks LAN. Hal ini menjadikannya cukup fleksibel digunakan di lingkungan jaringan yang beragam.
5. Konfigurasi Sederhana
Perangkat bridge biasanya tidak memerlukan konfigurasi rumit. Bahkan ada jenis transparent bridge yang bekerja secara otomatis tanpa kamu harus mengaturnya secara manual. Menarik, bukan?
6. Bisa Digunakan Sebagai Wireless Bridge
Bridge modern juga mendukung koneksi nirkabel, sehingga kamu bisa menyambungkan dua jaringan tanpa perlu menarik kabel panjang. Ini sangat membantu di gedung bertingkat atau ruang yang sulit dijangkau kabel.
Kekurangan
Walaupun menawarkan banyak kelebihan, bridge juga memiliki sejumlah keterbatasan. Berikut beberapa kekurangannya:
1. Tidak Cocok untuk Jaringan Skala Besar
Sementara ia mampu menyaring traffic data yang tidak perlu, keberadaan bridge pada layer 2 dalam menyaring MAC address jadi hambatan. Jika dalam kondisi jaringan yang sangat besar atau kompleks, bridge bisa kewalahan dan justru memperlambat kinerja karena harus memetakan banyak alamat perangkat (MAC address).
2. Tidak Memiliki Kemampuan Routing
Berbeda dengan router yang bisa mengatur jalur data berdasarkan IP address dan protokol, bridge hanya bekerja berdasarkan MAC address. Artinya, bridge tidak bisa menghubungkan jaringan LAN dengan internet langsung, dan tidak bisa menangani segmentasi jaringan sekompleks router.
3. Kurang Efisien untuk Mengelola Traffic yang Kompleks
Bridge tidak bisa mengatur prioritas trafik (QoS), membagi bandwidth, atau mengelola protokol seperti DHCP dan NAT. Untuk kebutuhan seperti ini, kamu tetap butuh perangkat tambahan seperti switch layer 3 atau router.
4. Tidak Bisa Menangani Banyak Pengguna Sekaligus
Jika digunakan untuk jaringan yang terdiri dari ratusan perangkat aktif secara bersamaan, bridge bisa menjadi bottleneck karena proses filtering dan pencatatan MAC address-nya cukup berat.
5. Keterbatasan Fitur Keamanan
Asal kamu tahu, bridge tidak memiliki fitur keamanan canggih seperti firewall, VPN, atau kontrol akses advance. Jadi, kalau kamu ingin jaringan yang aman dan bisa dibatasi aksesnya secara detail, bridge bukanlah pilihan utama.
Perlu atau Tidak Menggunakan Bridge?
Bridge adalah perangkat jaringan yang berfungsi menghubungkan dua atau lebih jaringan LAN agar dapat saling berkomunikasi, meskipun memiliki pengaturan atau topologi yang berbeda. Ia bekerja di lapisan data link (Layer 2 OSI) dan menyaring lalu lintas berdasarkan MAC address.
Dengan segala kelebihan yang dimiliki, bridge sangat cocok digunakan di jaringan lokal berskala kecil hingga menengah. Namun, untuk jaringan besar dan kompleks, bridge bisa menjadi kurang efisien karena keterbatasannya dalam hal routing, keamanan, dan manajemen traffic. Sebagai gantinya, kamu bisa menggunakan router atau switch.
Jadi, untuk kebutuhanmu sekarang, apakah kamu membutuhkan bridge?

