10 Kekurangan Mengurus Server Sendiri Yang Perlu Anda Tahu

3 min read

Kekurangan Mengurus Server Sendiri

Ketika Anda melakukan upgrade dari shared hosting atau VPS dan ingin mencoba dedicated server, pasti Anda akan bingung untuk memilih layanan fully managed server atau unmanaged server. Keduanya memiliki selisih harga yang lumayan, tetapi sebenarnya terdapat service berbeda yang nantinya akan Anda dapatkan.

Untuk Anda yang memilih mengurus server sendiri memang bisa lebih murah, bahkan harganya tidak jauh beda dengan VPS. Tetapi perlu dicatat aka nada waktu, tenaga dan pikiran yang akan dikorbankan untuk mengurus dedicate server. Untuk Anda yang tahu pemrograman dan sudah familiar dengan server memilih unmanaged server ini bukan lagi masalah, tetapi untuk Anda yang masih awam perlu difikirkan lagi terutama kekurangannya.

Kekurangan Mengurus Server Sendiri

Kekurangan Mengurus Server Sendiri
Kekurangan Mengurus Server Sendiri

Berikut kami sudah merangkum mengenai 10 kekurangan mengurus server sendiri yang perlu Anda ketahui.

1. Biaya murah saat diawal

Yang pasti dari segi biaya memiliki selisih yang banyak jika dibandingkan dengan fully manage server. Tetapi ini hanya harga awal saja, kedepannya nanti jika terjadi masalah Anda akan menghubungi tim teknis dari server provider, dan itu biasanya tidak gratis. Belum lagi hitung-hitungan downtime website bisnis Anda jika terjadi masalah yang berdampak pada reputasi bisnis dan omzet penjualan.

2. Terlalu banyak seting konfigurasi

Konfigurasi Server
Konfigurasi Server

Jika Anda memilih opsi unmanage server, berarti Anda harus siap melakukan banyak konfigurasi server mulai dari 0. Jika Anda memilih mengurus server sendiri, berarti Anda menyewa server yang masih kosong, Anda perlu melakukan beberapa installasi penting berikut:

  • Install OS mau Linux atau Windows
  • Control panel yang digunakan
  • Database server
  • Setting network
  • Setting hostname
  • Install security
  • Setting FTP
  • Backup
  • Dan sebagainya

3. Resiko seting root access tinggi

Root access ini memiliki hak akses level tertinggi dalam server, jadi Anda bebas melakukan apa saja terhadap computer server. Beberapa pengaturan yang bisa dilakukan seperti:

  • Editing file
  • Change system server
  • Setting user privileges
  • Install software
  • Server configurations

Anda perlu hati-hati dalam menuliskan syntax pada terminal, jika salah setting server Anda bisa rusak yang mengaibatkan server Anda menjadi down, maka untuk Anda yang menggunakan unmanage server pastikan untuk melakukan backup, jadi bisa dilakukan restore saat terjadi error pada server.

4. Harus rajin backup data server

Backup Database Server
Backup Database Server

Untuk layanan backup biasanya ada additional cost sendiri saat membeli dedicated. Jadi untuk Anda yang memilih mengurus dedicated server sendiri supaya sering melakukan backup rutin setiap waktu, jadi jika ada masalah tinggal melakukan restore saja. Pastikan juga koneksi internet yang Anda gunakan memiliki kecepatan yang tinggi, karena ini akan berpengaruh pada kecepatan saat melakukan download file backup.

5. Harus siap menjaga keamanan server

Server juga memerlukan keamanan lebih dengan menambahkan software security agar tidak terkena malware, virus atau serangan dari hacker. Ada beberapa server antivirus software yang bisa pilih seperti Immunify 360, Bitdefender GravityZone Endpoint Security, Comodo Server Antivirus, Avira Antivirus Server, Kaspersky Endpoint Security Cloud Plus dan lainnya. Semuanya memiliki lisensi berbayar, untuk lebih murahnya Anda bisa membeli bersaam paket dedicated server, biasanya harga lebih murah dari website officialnya.

5. Melakukan update sorfware sendiri

Untuk Anda yang pernah menggunakan layanan shared hosting cPanel pasti tidak sampai mikir tentang update software pada layanan hosting, karena saat membeli layanan shared hosting sudah sepaket dengan management hosting. Paling yang perlu diupdate hanya versi WordPress, plugin dan juga versi PHP.

Tetapi berbeda bagi Anda yang membeli layanan server unmanage, Anda harus melakukan update sendiri semua aplikasi yang terinstall di server. Tentunya ini akan membutuhkan waktu yang lama dan belum lagi jika nanti ada yang tidak kompatibel sehingga mengakibatkan server bermasalah.

7. Selalu monitoring performa

Monitoring Server
Monitoring Server

Untuk monitoring server sebenarnya sudah ada toolsnya, untuk Anda yang belum tahu bisa membuka di pembahasan mengenai 10 tools monitoring server terbaik. Dengan tools ini Anda bisa memonitoring server secara realtime, jika ada gangguan bisa juga mengirimkan notifikasi email kepada Anda.

Tetapi apakah mungkin Anda selalu menghadap computer untuk melakukan maintenance server langsung setelah mendapat notifikasi? Nah untuk menjaga uptime server  lebih baik untuk masalah server bisa menggunakan layanan full manage server dari provider yang diawasi 24 jam x 7 hari oleh tim yang sudah berpengalaman.

8. Uptime server rendah

Uptime server adalah perhitungan waktu online dari server, fadi semakin rendah uptime server berarti server banyak mengalami down bahkan mati. Efeknya yang pasti website akan offline tidak bisa diakses oleh siapapun, jadi bisa merugikan Anda sebagai pemilik website.

Ini bisa dihindari kalau Anda memang sudah ahli datam seting dan manage server. Butuh keahlian khusus dan pengalaman untuk mengurusi server hosting. Contoh saja untuk perhitungan uptime server 99%, jadi perhitungannya ((60 menit x 24 jam) 30 hari)= 1440 menit x 30 hari = 43.200 menit : 99% = 432 menit (7 jam 12 menit). Jadi selama sebulan saja website Anda sudah down/offline 7 jam 12 menit untuk uptime server 99%.

9. Konten website kurang terurus

Karena terlalu sibuk melakukan konfigurasi server, maka konten website Anda pasti kurang terurus. Selain itu dari segi tampilan ataupun optimasi SEO pasti juga kurang terurus. Jadi website yang Anda kelola tidak bisa maksimal.

10. Support yang berbayar

Customer Service Support
Customer Service Support

Untuk Anda yang membeli server unmanage, biasanya akan ada biaya untuk mengurus server saat terjadi kendala, biayanya beragam bisa hitungannya sekali install atau bisa juga hitungan jam. Yang pasti ini akan menambah biaya dalam mengurus server, ujung-ujungnya harganya bisa sama dengan dedicated server management jika Anda selalu minta support kepada tim teknis dari provider server.

Nah demikian pembahasan mengenai 10 kekurangan mengurus server sendiri. Bagaimana apakah Anda masih berencana untuk mengurus server sendiri? Jika Anda belum mahir dalam pemrograman dan server, kami tidak merekomendasikan untuk memilih unmanaged server, lebih baik membeli fully managed server untuk lebih amannya.

Untuk Anda yang membutuhkan Dedicated Server Indonesia Murah, kami memiliki rekomendasi di Qwords.com dengan harga mulai 300 ribuan untuk bulan pertama selama masa promo. Tunggu apalagi miliki dedicated server untuk website bisnis Anda sekarang juga.

Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *