Nadia Agatha Penerjemah dan Mahasiswa S2 tingkat akhir. Ia menggemari diskusi berbagai topik sekaligus menuliskan ide-idenya melalui media microblog.

Budaya Kerja: Definisi, Jenis dan Penerapannya

3 min read

budaya kerja

Budaya kerja adalah elemen penting untuk suatu perusahaan karena tanpa menjunjung budaya kerja yang jelas, suatu bisnis mungkin tidak akan berjalan lancar.

Bagi para pelaku bisnis, budaya kerja hal yang harus dipikirkan karena ini menyangkut tentang hubungan kerja antara karyawan satu dengan yang lain.

Ini juga memberikan pengaruh besar terhadap kinerja dan keberhasilan suatu perusahaan.

Menurut penelitian Deloitte, 94 persen eksekutif dan 88 persen pekerja setuju bahwa budaya perusahaan yang menonjol sangat penting untuk kesuksesan perusahaan.

Untuk lebih jelasnya, mari bahas terlebih dahulu apa itu budaya kerja.

Apa Itu Budaya Kerja?

budaya perusahaan
Photo by Campaign Creators on Unsplash

Budaya kerja adalah value atau nilai, karakteristik, dan atribut yang dimiliki oleh suatu perusahaan atau badan dan diamalkan oleh setiap anggotanya.

Hal ini menjadi sebuah pedoman dalam bagaimana suatu perusahaan, organisasi beserta isinya mengambil sebuah sikap dan berperilaku.

Menurut Harvard Business Review, suasana kerja, misi perusahaan, gaya kepemimpinan, nilai-nilai, etika, harapan, dan tujuan adalah contoh budaya kerja yang bisa dicakup dan diadaptasi menjadi suatu prinsip perusahaan.

Bagaimana Implementasi Budaya Kerja di Perusahaan?

Implementasi budaya kerja di perusahaan bisa terbentuk dari banyak faktor, umpamanya seperti bagaimana perusahaan ini memupuk nilai-nilainya dari awal atau mengakumulasi berbagai keputusan yang pernah dijalankan seiring berjalannya bisnis.

Dari hal-hal tersebut akhirnya bisa membentuk sebuah budaya kerja yang diimplementasikan ke setiap orang yang berada di dalam perusahaan tersebut.

Dengan budaya yang tepat dan bisa diimplementasikan oleh setiap orang yang ada di perusahaan tersebut termasuk para petingginya, maka sebuah bisnis dappat berkembang dengan pesat.

Ambil contoh dari Netflix. Perusahaan satu ini menjadi besar dan solid tentunya juga karena memiliki budaya kerja yang baik.

Budaya tersebut dibentuk dari filosofi perusahaan yang menjunjung “people over process”.

Terdapat 10 butir seperti:

  • Judgement – Intuisi yang tajam berdasarkan data untuk mengambil keputusan.
  • Communication – Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik.
  • Curiosity – Haus akan belajar dan mencari tahu.
  • Courage – Berani mengemukakan pendapatnya.
  • Passion – Menginspirasi orang lain dan juga optimis
  • Selflessness – Membantu sesama dan berikan yang terbaik untuk Netflix alih-alih pribadi.
  • Innovation – Terbuka akan perubahan dan juga kreatif.
  • Inclusion – Mampu berkolaborasi dengan siapapun di perusahaan.
  • Integrity – Memiliki kejujuran dan bersih dari intrik politik pribadi maupun kelompok.
  • Impact – Berfokus pada hasil dan mampu memberi pengaruh baik.

Seluruh butir-butir budaya perusahaan Netflix tersebut menjadi sebuah pondasi agar Netflix berkembang pesat dan menjadi seperti sekarang.

Keuntungan dari Budaya Kerja

budaya perusahaan
Photo by Austin Distel on Unsplash

Memiliki budaya di tempat kerja tentunya memberikan banyak sekali manfaat. Berikut ini adalah berbagai keuntungan yang bisa didapatkan:

1. Kolaborasi Sehat Antara Perusahaan dengan Karyawannya

Kolaborasi yang sehat antara perusahaan dengan karyawan ini sangat dibutuhkan agar lingkungan kerja mendukung para pegawainya untuk memberikan yang terbaik.

Dengan budaya yang jelas, setiap orang di perusahaan akan mengerti bagaimana seharusnya relasi antar pekerja.

2. Meningkatkan Produktivitas

Terkait lingkungan kerja dan relasi yang sehat, tentunya akan meningkatkan produktivitas pegawainya.

Produktivitas pekerja ini dinilai penting karena hal tersebut juga akan mempengaruhi performa perusahaan.

3. Memiliki Komunikasi yang Baik

Tidak dipungkiri bahwa komunikasi adalah kunci penting agar sesuatu dapat berjalan dengan lancar.

Nah, jika budaya kerja ini juga menjunjung perkembangan kemampuan komunikasi yang baik antar pegawai, tentunya ketika ada masalah, akan lebih mudah diselesaikan.

4. Meningkatkan Reputasi Perusahaan

Lingkungan kerja yang sangat sehat, suportif dan tetap teratur akan membuat perusahaan berjalan dengan baik.

Hal tersebut tidak hanya akan meninggalkan sebuah kesan bagi para pekerjanya bahkan hingga orang-orang di luar perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan Anda.

5. Kualitas Kerja yang Dihasilkan akan Baik

Memberikan hasil kerja yang baik dan memuaskan tentu tidak lepas dari lingkungan kerja yang jelas dan sehat.

Kualitas kerja akan terjamin bila perusahaan memberikan dukungan penuh untuk perkembangan skill.

Hal tersebut juga bisa dicakup di dalam budaya kerja.

6. Membuat Etos Kerja Semakin Jelas

Aksi yang dijalankan perusahaan harus dapat dilakukan (demonstrable).

Tidak hanya sekadar tulisan atau kesepakatan, budaya perusahaan juga harus dapat diaplikasikan dengan baik dan tanpa tekanan oleh semua pegawainya maupun bagian eksekutif.

7. Mempererat Kerja Tim

Kerja tim akan berjalan dengan baik jika sisi leadership para pegawai dan eksekutif bisa mendorong satu sama lain dan membangun citra positif.

Hal ini juga bisa dicantumkan ke dalam company value agar kerja tim bisa dipererat dengan baik.

8. Membuat Lingkungan Kerja Inklusif

Lingkungan kerja yang mensupport keberagaman akan menciptakan nuansa positif dan suportif untuk siapapun yang berada di dalamnya.

Dengan lingkungan kerja seperti itu, semua akan merasa nyaman dan semangat untuk bekerja dan memberikan hasil terbaik.

9. Membangun Rasa Tanggung Jawab

Rasa tanggung jawab adalah elemen yang penting dalam dunia kerja karena berkaitan dengan kemampuan seseorang akan menyelesaikan beban kerjanya.

Memupuk rasa tanggung jawab juga bisa dilalui dengan membangun ruang kerja yang positif.

10. Persaingan Sehat

Di dunia kerja, persaingan memanglah hal yang lumrah. Tapi persaingan tersebut haruslah sehat dan membangun.

Keadaan tersebut akan tercipta hanya bila orang yang berada di dalam perusahaan tersebut memiliki visi dan misi yang sama.

Jenis-jenis Budaya Kerja

Setelah mengetahui manfaat dan definisi umumnya, mari ketahui apa saja jenis-jenis budaya kerja tersebut.

  • Adhocracy – kultur kerja yang mengedepankan fleksibilitas demi inovasi.
  • Hierarchy – berpegang pada tradisi struktur hirarki dan kaku.
  • Clan – mengedepankan rasa kekeluargaan tanpa dibebani oleh struktur hirarki.
  • Market-driven – mengedepankan hasil alih-alih berkembang bersama pekerja lainnya.
  • Purpose-driven – perusahaan yang ingin mencapai suatu tujuan komunal.
  • Customer-focused – mengedepankan kepuasan pelanggan dan memberikan mereka yang terbaik.
  • Innovative – mengedepankan perubahan yang inovatif untuk meningkatkan kualitas.
  • Creative – fokus memproduksi banyak hal baru.

Siap Memulai Bisnis Anda?

Ini hanyalah salah satu tips untuk menciptakan sebuah bisnis yang lingkungannya sangat mendukung untuk perkembangan usaha Anda.

Anda bisa mendapati tips lain mengenai bisnis mulai dari cara membangun bisnis online hingga mengembangkan website sendiri untuk melebarkan usaha di blog Qwords.

Semoga artikel kali ini bermanfaat!

Nadia Agatha Penerjemah dan Mahasiswa S2 tingkat akhir. Ia menggemari diskusi berbagai topik sekaligus menuliskan ide-idenya melalui media microblog.

Value Proposition: Definisi, Komponen Utama dan…

Value proposition adalah elemen penting suatu bisnis agar barang produksi selalu laku dibeli oleh para pelanggan. Proposisi nilai atau value proposition menjelaskan mengapa pelanggan...
Nadia Agatha
3 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *