11 Pemicu Blog Deindex Google dan Cara Mengatasinya  

4 min read

11 Pemicu Blog Deindex Google dan Cara Mengatasinya

Bagaimana perasaan Anda jika blog atau website bisnis tiba-tiba menghilang dari hasil penelusuran Google? Stress? Marah? atau justru malah kebingungan? Tenang, Anda tidak sendirian, pasalnya ada ratusan bahkan ribuan kasus seperti ini menimpa para publisher dan web developer dari berbagai kalangan. Kemungkinan besar yang terjadi pada website Anda adalah deindex, sebuah kondisi yang diakibatkan karena adanya potensi pelanggaran terhadap kebijakan Google.

Baca juga: Cara Agar Artikel Cepat Terindex Google Dalam 1 Menit

Apa Itu Deindex?

11 Pemicu Blog Deindex Google dan Cara Mengatasinya
11 Pemicu Blog Deindex Google dan Cara Mengatasinya

Secara umum, deindex Google adalah suatu keadaan dimana blog atau website yang Anda kelola tidak masuk ke dalam daftar index Google, sehingga halaman konten tidak bisa muncul atau ditemukan oleh pengunjung organik melalui aktivitas penelusuran.

Hal ini tentu sangat merugikan pemilih website karena jumlah traffic kunjungan dan pendapatan iklan pasti menurun dengan signifikan. Kendati demikian, dalam situasi seperti ini biasanya website masih bisa diakses secara normal dengan cara mengetikkan URL ke browser.

 

Tanda-Tanda Blog Terkena Deindex Google?

 

Tanda-tanda blog atau website terkena deindex Google bisa dilihat dari jumlah traffic organik yang mengalami penurunan secara signiikan. Selain itu, Anda juga bisa memastikannya dengan cara memasukkan kueri penelusuran “site:namadomain.com” kedalam mesin pencari Google, dan jika domain website Anda tidak muncul maka bisa dipastikan bahwa website tersebut mengalami deindex Google.

 

11 Faktor Penyebab Blog Terkena Deindex Google

 

1. Terdapat Konten Duplikat

Ada dua macam duplikat konten yang bisa membuat website berpotensi terkena deindex google. Pertama, yakni ketika ada seseorang yang sengaja menyalin seluruh isi konten website Anda kemudian menampilkannya di website lain. Hal ini sering disebut juga sebagai tindakan copy-paste atau plagiarisme.

Kedua yakni duplikat konten yang dilakukan oleh pemilik website sendiri. Dalam hal ini biasanya sang pemilik website sengaja membuat beberapa halaman dengan konten yang sama persis dan terindex oleh Google web crawler. Sebagai informasi, meskipun konten  tersebu Anda tulis sendiri dan dipublikasikan ke website sendiri, Google tetap menganggap tindakan tersebut sebagai duplikat konten yang bakal mempengaruhi kinerja website di halaman mesin pencari.

 

2. Salah Mengatur Visibilitas Mesin Pencari

Kesalahan dalam mengatur visibilitas mesin pencari menjadi salah satu pemicu terbesar yang menyebabkan blog terkena deindex Google. Hal ini biasanya dialami oleh para blogger pemula atau web developer yang suka mengotak-atik konten website tapi lupa mematikan tanda check list yang menghalau web crawler.

Baca juga: Cara Setting Robot TXT di WordPress Yang Benar

Permasalahan ini memang bisa dibilang cukup sepele tapi jangan sampai menimpa Anda, karena efeknya akan sangat berbahaya bagi kredibilitas website Anda.

 

3. Blog Mengandung Malware

Sebagaimana kita ktahui, malware merupakan perangkat lunak berbahaya yang sengaja diciptakan untuk merusak sistem komputer melalui celah-celah keamanan yang ada. Malware bisa masuk kedalam website akibat dari penggunaan template dan plugin bajakan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Baca juga: Cara Mudah Menghilangkan Malware Pada Website

 

4. Menggunakan Teknik Link Building yang Tidak Natural

Link building
Link building

Tidak bisa dipungkiri, teknik link building saat ini memang masih menjadi primadona bagi para pemain SEO yang menginginkan untuk menguasai kata kunci tertentu di penelusuran mesin pencari. Akan tetapi, seiring dengan efek luar biasa yang ditimbulkan, link building yang dibuat secara sembarangan justru mampu menimbulkan efek bumerang yang bisa menyeret website ke lubang terdalam.

 

5. Konten Terlalu Sedikit

Sebenarnya Google sendiri tidak memberikan batasan secara gamblang mengenai kriteria konten yang terlalu sedikit. Sementara di kalangan pengguna ada yang berasumsi jika batasan terbawah suatu artikel saat ini ada di angka 1,000 kata atau naik dua kali lipat dibandingkan dua tahun lalu yang hanya berkisar antara 450-600 kata.

Nah, sebagai upaya agar blog yang Anda kelola tidak terdeteksi memiliki konten terlalu sedikit sebaiknya dalam setiap bahasan diberikan informasi sedetail dan serinci mungkin. Tidak perlu mencemaskan jumlah kata, yang penting pengguna bisa memperloleh banyak informasi aktual dari konten yang Anda sajikan.

 

6. Akibat Keyword Stuffing

Dahulu kala, ketika algoritma Google belum begitu ketat seperti sekarang. Anda masih bisa menempati posisi pertama pencarian dengan hanya bermodalkan artikel singkat yang dipenuhi oleh pengulangan kata kunci yang dibidik

Namun, seiring perkembangan teknologi hal tersebut kini sudah tidak bisa lagi diterapkan, dan jika ketahuan masih ada yang “bandel” melakukan maka Google tidak segan-segan menempatkan website bersangkutan kedalam daftar blacklist (deindex).

 

7. Hosting yang Sering Down

Tahukan Anda bahwa server hosting yang sering down bisa membuat website mengalami deindex Google?

Baca juga: Apakah Layanan Web Hosting Bisa Mempengaruhi Nilai SEO?

Ya, hal ini bisa saja terjadi jika layanan hosting yang Anda gunakan mengalami gangguan dalam waktu lama. Kondisi tersebut akan semakin diperparah jika robot web crawler Google kebetulan sedang merayapi website Anda untuk melakukan pembaruan, namun karena server sedang down maka web crawler tidak akan pernah bisa mengakses konten di dalam website Anda.

Oleh sebab itu, pastikan untuk memilih layanan web hosting Indonesia yang reliabel dan bisa diandalkan. Seperti layanan cloud hosting Qwords.com misalnya. Dengan harga sewa mulai Rp20 ribuan perbulan Anda akan mendapatkan fasilitas 99 persen uptime server dengan garansi uang kembali.

 

8.. Domain Tidak Diperpanjang

Kasus lupa memperpanjang biaya sewa domain bisa terjadi kepada siapa saja karena jangka waktunya yang cukup lama (minimal 1 tahun sekali). Efek dari kegagalan perpanjang masa sewa domain ini pun bisa berakibat fatal, karena selain bakal menyebabkan blog deindek Anda juga akan kehilangan akses ke brand yang sudah dibangun, hingga backlink yang susah payah dikumpulkan.

 

9. Tidak Update Algoritma Baru

Sebagai seorang blogger atau webmaster, mengikuti perkembangan algoritma baru Google menjadi sebuah syarat tidak tertulis yang harus dilakukan. Pasalnya, ketika Anda tidak up-to-date dengan syarat & kebijakan terbaru Google maka website Anda akan lebih mudah terkena penalty, yang akhirnya berujung pada deindex Google.

 

10. Akibat Teknik Cloacking

Bagi Anda yang belum paham, Cloaking merupakansebuah teknik meningkatkan traffic website dengan cara memaksa pengunjung untuk beralih dari satu situs ke situs lain secara otomatis. Contohnya, Anda memiliki website seputar gadget dan teknologi, namun ketika orang lain mengklik website tersebut mereka akan diarahkan secara otomatis ke situs ilegal sepert websitei judi atau pornografi.

 

11. Struktur Markup yang Menyesatkan

schema markup
schema markup

Teknik penambahan struktur markup mungkin belum terlalu familiar bagi blogger awam. Tata letak struktur markup sendiri berada di halaman pencarian selain pada meta deskripsi, permalink, dan judul konten. Anda bisa memanipulasi konten struktur markup ini menjadi sesuatu yang bisa menarik pembaca, misalnya dengan menambahkan review palsu yang justru menyesatkan asumsi pengguna. Hal tersebut tidak boleh dilakukan jika Anda tidak ingin menerima pil pahit berupa penalty dari Google, jadi sebaiknya gunakan struktur markup yang sesuai isi konten.

 

Tips Cara Mengatasi Blog Deindex

 

  1. Melakukan Redirect Konten Duplikat
  2. Melindungi Hak Cipta Artikel via DMCA
  3. Menggunakan hosting yang bisa diandalkan
  4. Tidak menggunakan plugin dan template blog bajakan
  5. Update informasi terkait perkembangan algoritma terbaru Google
  6. Rutin melakukan scanning seluruh halaman website menggunakan Google Search Console
  7. Disavow link berbahaya
  8. Manfaatkan LSI (Latent Semantic Indexing) agar tidak terdeteksi keywords stuffing

 

Penutup

 

Itulah 11 faktor utama penyebab blog deindex Google. Harapanya, mulai saat ini Anda bisa lebih waspada dan berhati-hati baik saat melakukan optimasi menggunakan link building, menerbitkan artikel, hingga dalam mengelola website. Hal ini sangat penting dilakukan agar blog atau website Anda bisa terhindar dari deindex yang berpotensi menimbulkan kerugian materi.

Demikian artikel kali ini, jangan lupa klik bagikan atau tinggalkan jejak dikolom komentar jika ada pertanyaan, kritik, maupun saran yang ingin disampaikan.

Terima kasih

6 Replies to “11 Pemicu Blog Deindex Google dan…”

  1. Terimakasih untuk artikel yang di share sangat membantu, Tutorialnya cukup lengkap gan. Jadi menambah referensi saya

  2. Kalau keadaannya begini gimna, min.

    Saya nemu domen di expired domen, net. Cocok, lalu saya registr dan aktifkn kembali.

    Stelah registr, trnyta dilihat di ‘site:namdomain’. Malah gak ada.

    Gimna tu min?

    1. Silahkan posting artikel dulu kemudian ajukan reindex melalui search console Google,
      Ini proses yang nunggu waktu rada lama, sambil nunggu index kembali isi dengan artikel2 yang berkualitas dan bermanfaat.
      CMIIW

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *