Banyak orang yang masih salah kaprah memahami apa itu supplier. Berikut penjelasan lengkap tentang supplier, cara kerja dan fungsinya.
- Definisi Tepat: Supplier (ditulis dengan dua “p”) adalah pihak yang menyediakan bahan baku atau barang setengah jadi untuk diolah kembali oleh produsen, bukan menjual barang jadi ke konsumen akhir.
- Perbedaan dengan Distributor: Jika supplier fokus pada rantai produksi (hulu), distributor fokus pada rantai distribusi barang jadi dari produsen ke pengecer (hilir).
- Klasifikasi Supplier: Terbagi menjadi dua, yaitu Supplier Barang (memasok benda fisik seperti hasil bumi/tambang) dan Supplier Jasa (memasok keahlian atau sarana seperti software/tenaga kerja).
- Fungsi Strategis: Bertanggung jawab penuh atas ketersediaan stok, kontrol kualitas bahan baku, hingga manajemen logistik agar proses produksi pabrik tidak terhenti.
- Digitalisasi Bisnis: Tingkatkan kredibilitas supplier melalui infrastruktur digital email bisnis (Titan Mail) untuk menjangkau klien manufaktur secara global.
Banyak orang yang masih salah kaprah memahami apa itu supplier. Tidak sedikit yang menyamakan arti suplier atau supplier dengan distributor barang.
Sehingga semua pihak yang menyediakan produk untuk dijual kembali disebut sebagai supplier. Apalagi dalam dunia bisnis online saat ini.
Sebelum membahas lebih dalam, penting untuk Sahabat Qwords mengetahui bahwa penulisan supplier yang benar adalah menggunakan dua huruf “p”.
Meski demikian, di Indonesia sering ditemukan variasi penulisan seperti suplier atau suplayer karena pengucapan lokal. Padahal tulisan supplier yang benar dan penulisan supplier yang benar tetap mengikuti ejaan aslinya dalam bahasa Inggris.
Karena itulah, setiap orang yang akan terjun dalam dunia bisnis harus memahami pengertian supplier yang benar.
Pengertian Supplier
Banyak yang bertanya apa itu suplier atau apa arti suplayer dalam bisnis? Secara umum, maksud supplier atau arti dari supplier adalah pihak yang menyediakan bahan baku untuk diolah menjadi produk jadi atau setengah jadi.
Dalam konteks bisnis, apa yang dimaksud dengan supplier merujuk pada pihak yang memasok kebutuhan produksi.
Dengan kata lain, arti supplier adalah pemasok bahan baku yang menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri.
Contoh mudah dari supplier adalah pedagang tebu yang menjual tebunya ke pabrik gula. Contoh lainnya adalah perusahaan yang memasok kain untuk industri garmen.
Istilah supplier memang sering disalahartikan dengan distributor yang menjual produk jadi kepada para pedagang eceran. Bahkan tidak sedikit yang mencari supplier artinya apa, apa arti supplier, supplier artinya, atau arti suplier dan suplayer artinya di mesin pencari.
Untuk itu, dalam dunia bisnis supplier memiliki beberapa ciri khusus antara lain:
- Sebagai mata rantai pemasok bahan baku bagi dunia manufaktur atau jasa.
- Menjual bahan baku berupa barang mentah (hasil panen, logam, hasil tambang, dan lain sebagainya) ataupun barang setengah jadi (kertas, kain, bubur pulp, biji plastik, dan lain-lain).
Dalam dunia bisnis ada 2 jenis supplier. Ada supplier yang menjual barang mentah/bahan baku industri pengolahan. Ada juga supplier yang menjual bahan baku jasa. Bagaimana kamu bisa membedakan 2 jenis supplier ini?
1. Supplier Barang
Apa itu supplier barang? Supplier barang adalah orang atau perusahaan yang menyuplai bahan baku dalam bentuk barang untuk kebutuhan industri.
Misalnya saja pabrik pembuatan keripik kentang. Pabrik ini harus bekerja sama dengan supplier bahan baku berupa kentang, bawang putih, plastik, dan lain sebagainya.
Supplier ini sudah ada sejak dulu. Tugas pokok mereka adalah memenuhi kebutuhan bahan baku industri manufaktur.
Jika sampai supplier tidak bisa memasok bahan baku, maka operasional pabrik bisa terhambat. Akibatnya produk jadi langka di pasaran karena proses produksi yang terhenti.
2. Supplier Jasa
Arti supplier jasa adalah pihak yang menyediakan bahan baku untuk menghasilkan produk akhir berupa jasa. Supplier ini hanya bertugas untuk memasok bahan baku jasa.
Nantinya bahan baku ini akan diolah oleh perusahaan lain menjadi produk jasa yang siap pakai. Untuk dijual ke konsumen.
Contoh mudahnya adalah para pencari calon tenaga kerja baby sitter di daerah perkampungan. Mereka bisa dibilang sudah jadi supplier produk jasa.
Tenaga kerja baby sitter ini kemudian ditampung dan dilatih pada perusahaan penyalur tenaga kerja dan ditawarkan pada konsumen yang membutuhkan.
Contoh lainnya dalam dunia industri digital. Ada pihak/perusahaan yang membuat software keuangan.
Produk software keuangan dari programming ini kemudian dibeli oleh perusahaan keuangan.
Dan pihak perusahaan keuangan kemudian menjadikan software tersebut sebagai acuan dalam membantu klien mereka memonitor atau merencanakan masalah keuangan.
Cara Kerja Suplier

Zaman dulu, supplier punya cara kerja yang cukup sederhana. Tapi saat ini, cara kerja supplier jadi cukup beragam.
Ada beberapa hal yang dilakukan oleh supplier dalam menjalankan tugasnya yaitu:
- Melakukan proses pengadaan bahan baku untuk kebutuhan industri. Bahan baku atau bahan mentah ini bisa diproduksi atau dihasilkan sendiri atau dicari dari pihak lain.
- Menyusun informasi seputar bahan baku yang akan dijual untuk industri.
- Melakukan proses pemasaran dan penawaran bahan baku kepada para pelaku industri. Proses pemasaran ini bisa dilakukan dengan media offline, misalnya mendatangi pabrik langsung, ataupun secara online.
- Jika ada perusahaan yang berminat membeli bahan baku tersebut, maka supplier dan pihak pabrik akan melakukan kesepakatan bisnis. Supplier harus mampu menyediakan kebutuhan bahan baku pabrik secara rutin dan stabil.
- Supplier juga harus menjaga kualitas bahan baku yang dijualnya. Jika tidak, maka bisa saja kerja sama bisnis dengan perusahaan manufaktur dibatalkan.
Fungsi Supplier
Supplier memegang fungsi yang sangat krusial dalam industri barang maupun jasa.
Tanpa supplier, produsen bisa saja kebingungan dalam mencari bahan baku. Apalagi jika bahan baku tersebut harus melalui proses pencarian yang rumit atau jauh.
Rantai produksi pun bisa terhambat jika ada masalah pada supplier. Jadi, apa saja fungsi supplier?
- Pihak yang bertanggung jawab menyediakan bahan baku, baik bahan mentah maupun setengah jadi, kepada perusahaan manufaktur yang membutuhkannya.
- Supplier juga memiliki fungsi untuk menjaga pasokan bahan baku agar perusahaan bisa tetap menjalankan proses produksinya.
- Supplier memiliki fungsi mengontrol kualitas bahan baku. Barang/jasa yang dijual oleh supplier harus dalam kondisi baik saat diterima oleh perusahaan produksi.
- Supplier juga harus mengatur tata cara penyimpanan bahan baku selama belum dikirimkan kepada perusahaan produksi.
- Supplier juga punya fungsi untuk mengatur proses pengiriman bahan baku secara aman dan tepat waktu sampai ke tangan perusahaan yang membutuhkannya.
Mulai Bisnis Supplier-mu dengan Infrastruktur Digital Profesional!
Supplier adalah pihak yang memasok bahan baku, keberadaan supplier sangat dibutuhkan dan jadi ujung tombak dunia industri barang ataupun jasa.
Hal ini tentu berbeda drastis dengan peran distributor yang hanya bertugas mendistribusikan barang.
Jadi, apakah Sahabat Qwords tertarik untuk menekuni bisnis sebagai seorang supplier?
Di era perkembangan teknologi yang semakin pesat seperti saat ini, kamu bisa memanfaatkan website dan email marketing untuk mengakomodasi aktivitas promosi.
Gunakan Titan Mail sebagai tools untuk menginformasikan produk dan jasa kamu, kemudian buat website bisnis profesional agar mampu menampung ribuan visitor yang masuk secara bersamaan.
Semoga bermanfaat.

