no_more_hoax

Konten Hoax        

Telusuri Keasliannya, Pelajari Cara Menghindarinya

Dulu, media elektronik seperti radio dan televisi adalah raja di kalangan masyarakat Indonesia. Konsumsi berita dan hiburan dicari melalui media-media tersebut. Tapi kini, perlahan sudah ditinggalkan dan tergantikan oleh raksasa bernama internet. Siapa saja dapat mengunduh dan mengunggah apa saja di internet. Termasuk salah satunya, mengunggah konten berita hoax. Salah satu dampak negatif mengkonsumsi berita di internet adalah terpaparnya berita-berita hoax. Hoax artinya berita palsu, bersifat menipu/membohongi/memperdaya.

Lalu, mengapa baru diangkat belakangan ini? Seperti diadakannya “Deklarasi Anti Hoax” di 7 kota besar di Indonesia, Gerakan Anti Hoax, peluncuran TurnBackHoax.id, dan sebagainya. Apa yang mendasari? Mengapa berita hoax bisa muncul?

 

Pertama, karena kebebasan memperoleh & menyebarkan informasi. Bayangkan saja, semua orang kini bisa punya website sendiri. Ia bisa mengarang bahwa telah melihat meteor jatuh tepat di atas rumahnya. Lantas sebagai komunikan, apa yang pertama anda lakukan setelah mengetahuinya? Menyebarkannya ke grup chat atau media sosial?

Kedua, sebar hoax adalah cara instan agar cepat tenar. Baik dirinya maupun website yang dikelolanya akan ramai pengunjung, bukan?

Ketiga, tak sabar ingin artikelnya segera menjadi viral di masyarakat. Apa yang terpenting di dunia ini bagi para narsistik jika bukan pengakuan? Keuntungannya kembali lagi, membuat dirinya dikenal oleh banyak orang.

viral_tips
Baca juga: Strategi Membuat Naskah Viral

Keempat, karena rendahnya minat baca masyarakat Indonesia serta kurangnya literasi media. Cukup masuk akal bukan?

Apa andil pemerintah dalam hal ini? Langkah apa yang telah mereka ambil? Segala macam upaya telah dilakukan oleh pemerintah salah satunya melalui Menkominfo. Pemerintah membentuk Basinas (Badan Siber Nasional), satgas Anti Hoax, melakukan labelisasi konten, sosialisasi literasi media, memblokir situs-situs yang menyebarkan hoax, dan sebagainya. Namun, tetap saja penyebarannya tak terkendali. Dimana letak kesalahannya?

Sesungguhnya, tindakan represif pemerintah seperti pemblokiran situs adalah pilihan terakhir. Kuncinya ada pada KITA. Kita harus belajar untuk menjadi masyarakat yang mandiri. Tidak hanya menjadi warga negara yang taat peraturan tapi juga menjadi pengawal bagi peraturan itu sendiri. Mulai segala gerakan positif dari diri kita sendiri. Apa saja bentuknya? Tindakan yang bersumber dari penyebar berita (komunikator) dan tindakan yang bersumber dari sisi konsumen media (komunikan).

Penyebar berita harus:
  • Membekali diri dengan pengetahuan luas serta minat baca tinggi. Be smart!
  • Mempertimbangkan dampak pasca publish/upload konten. Think before Posting!
Konsumen media harus:
  • Konsumsi portal berita terpercaya (terbiasa “makan” dari sumber berita yang sudah teruji kebenarannya, penulisnya jelas, foto tidak manipulatif, medianya jelas).
  • Tidak menelan mentah-mentah informasi yang diterima.
perusahaan-konten
Baca juga:Konten Wajib Untuk Website Perusahaan

Lalu, muncul pertanyaan baru,

“Bagaimana kita tahu berita yang kita terima asli atau hanya hoax?”

Yang perlu anda lakukan adalah melakukan investigasi kecil-kecilan yang sangat mudah. Terdapat 2 alternatif pilihan, yakni pengecekan dari dalam dan dari luar sumber berita. Bagaimana caranya? Simak lebih lanjut..

Pengecekan dari sumber berita:
  • Cek Url (nama domain) situs/portal berita

Pastikan berita tersebut berasal dari situs yang punya akhiran nama domain terpercaya.

  • Cek foto yang tertera

Anda dapat membuktikan sebuah foto itu asli atau telah mengalami manipulasi dengan cara drag&drop foto tersebut ke Google Image. Dari situ, akan terlihat ulasan lengkap tentang gambar tersebut.

  • Cek penulis/editor berita

Biasanya, oknum berita hoax tidak akan mencantumkan penulis (anonim). Sekalipun mencantumkan, nama yang dipakai adalah samaran.

  • Cek kontak/alamat

Terakhir, hika anda ingin menelusuri lebih jauh, hubungi kontak yang tersedia pada situs tersebut lalu mintalah keterangan lebih.

 

Pengecekan dari luar sumber berita:
  • Melakukan pencarian ulang di mesin pencari (dengan bantuan Google)
  • Mencari ulasan pada trends  media sosial

Jika suatu kabar benar-benar asli, pasti anda akan menemukan ulasannya dari berbagai pihak.

  • Melakukan pengecekan di media elektronik lain (yang kini semakin ditinggalkan)

Media elektronik seperti televisi berada di bawah wewenang KPI dan dewan pers. Berita yang dimuat melalui proses verifikasi layak tayang/tidak. Maka dari itu, salah satu cara pastikan bahwa sebuah berita termasuk asli atau hoax dengan mengecek siaran media elektronik.

Sebagai produsen konten di internet, kita memiliki kewajiban untuk melindungi para pembaca dari berita palsu dan kabar burung. Sebagai konsumen media, selain memiliki hak untuk mendapat berita yang asli, kita wajib mempertanyakan apakah kabar itu terbukti keasliannya dan telusuri dari mana asalnya. Mari kita bersama-sama perangi berita Hoax!

Yuk, share artikel-artikel berharga mulai dari sekarang! Semoga bermanfaat 🙂

pasca_upload_artikel
Baca juga: 9 Aktivitas Wajib Pasca Upload Artikel

One Reply to “Waspada Konten HOAX”

  1. Biasanya website yang suka nyepam di social media, terkadang ada yang menyudutkan salah satu tokoh lembaga atau organisasi … 🙁
    Judulnya yang lebay mampu membuat orang tertarik untuk mengunjungi dan visitor membludak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *