Eril Obeit Choiri Graduating with an IT degree, Eril falls in love with Digital Marketing especially with Search Engine Optimization and Content Writing.

Mengenal Apa Itu Uptime Server dan Cara Mengukurnya

3 min read

Uptime Server dan Cara Menghitungnya

Siapa yang tidak merasa kesal saat menemui website down, apalagi kalau sampai berjam-jam lamanya.

Orang lebih memilih mencari website lain yang bisa diakses daripada menunggu sampai website kembali aktif.

Tentunya ini sangat merugikan bagi pemilik website, nah agar tidak terjadi seperti ini Anda perlu mengantisipasinya sejak awal.

Banyak provider hosting yang mengklaim uptime server 99.99%, tetapi belum menjadikan jaminan.

Bisa jadi 99.99% tersebut hanyalah marketing semata agar menarik banyak pengguna hosting baru.

Coba carilah penyedia hosting Indonesia yang memberikan bukti statistik uptime servernya secara langsung.

Apa Itu Uptime Server

Uptime server adalah jumlah hitungan waktu online dari suatu server.

Jika persentase uptime server rendah maka hosting pasti sering down, tetapi jika uptime server tinggi berarti hosting bagus dan selalu aktif. Biasanya uptime server dituliskan dalam prosentase angka skala 1-100.

Jika provider hosting yang Anda gunakan saat ini memiliki uptime server tinggi, berarti pilihan Anda tepat.

Jadi salah satu metrik penting memilih hosting adalah waktu uptime server.

Untuk itu sebelum membeli pastikan Anda sudah melihat uptime server dari provider hosting, jangan percaya banner saja.

Coba tanyakan pada customer service, biasanya statistic ini jarang ditampilkan pada halaman home website. Contoh saja di Qwords.com untuk melihat uptime server bisa diakses di status.qwords.com.

Uptime server status
Uptime server status

Kenapa Uptime Server Penting?

Pernahkah Anda mengunjungi website yang sedang down, lalu bagaimana perasaan Anda? pasti jengkel dan tidak akan kembali lagi.

Website down juga memberikan kesan yang buruk seolah website tidak terurus dengan baik.

Meskipun sebelumnya Anda sudah membuat konten yang menarik dengan UI/UX website yang bagus, tetapi kalau sudah down website tidak bisa diakses sama sekali.

Selain itu website down juga berakibat buruk pada SEO website. Google akan memberikan skor yang jelek karena robot crawling Google tidak bisa menemukan website Anda.

Jika dilihat dari segi bisnis, website yang down bisa mengakibatkan hilangnya transaksi penjualan dan mengurangi branding bisnis.

Penyebab Downtime

Saat terjadi downtime server, pasti ada beberapa hal yang menjadi pemicunya. Penyebabnya bisa dari hardware, software atau kesalahan teknis dari pengelolanya.

Nah berikut ini Kami berikan beberapa list penyebab downtime server:

  • Maintenance server

Maintenance server dilakukan secara berkala, tujuannya agar server tetap optimal tidak ada kendala.

Biasanya maintenance ini memiliki jadwal yang rutin dan akan diinfokan sebelumnya kepada para pengguna server tersebut.

Event Log Server
Event Log Server
  • Server busy

Biasanya server busy terjadi saat terjadi load website yang tinggi sehingga membuat beban server berat, akhirnya website lemot tidak bisa diakses.

  • Ancaman keamanan server

Server juga tidak lepas dari ancaman, paling banyak terjadi serangan hacker dan malware yang paling banyak dijumpai. Selain itu DDOS Attack juga menjadi masalah keamanan server yang perlu diperhatikan.

  • Permasalahan pada hardware server

Perlu Anda ketahui bahwa komputer server dituntut untuk bisa online 24 jam nonstop. Untuk itu dari segi hardware memang dituntut harus bisa prima, tetapi namanya hardware pasti ada masa pakainya.

  • Permasalahan pada software server

Selain hardware, software bisa menjadi salah satu penyebab downtime server terutama software crash atau masalah lainnya.

  • Human error

Human error terjadi biasanya karena kurangnya skill dari tim teknis penyedia hosting, untuk itu skill para tim teknis bisa di upgrade.

  • Masalah pada DNS server

Beberapa penyebab DNS server error seperti router bermasalah, network adapter bermasalah dan masalah TCP/IP.

Baca juga : Cara Memilih Hosting Berdasarkan Kebutuhan Pengguna

Jenis Downtime

Kinerja Server buruk
Kinerja Server buruk

Saat terjadi downtime, Anda perlu mengetahui jenisnya. Karena setiap downtime  harus diketahui penyebabnya dan juga penanganan yang berbeda. Berikut pembahasan mengenai jenis downtime:

  • Planned Downtime

Planned downtime atau downtime yang sudah terencana sebelumnya. Contohnya maintenance bulanan server dan upgrade hardware server sehingga diharuskan server dimatikan sementara.

  • Semi Planned Downtime

Semi planned downtime atau downtime semi terencana adalah downtime yang dilakukan secara mendadak namun masih terorganisir. Contoh saja update web server versi PHP 4 ke versi PHP 5 dikarenakan ada fitur baru, nah ini akan menyebabkan server down selama beberapa menit.

  • Unplanned Downtime

Unplanned downtime atau downtime yang tidak direncanakan, biasanya dikarenakan ada masalah overload server sehingga menyebabkan hang, kerusakan mendadak pada hardware server, mati listrik, internet dan lainnya.

Nah dari ketiga jenis downtime tersebut, planned dan semi planned memiliki waktu downtime yang sebentar, sedangkan untuk unplanned downtime waktunya tidak bisa diprediksi, tetapi biasanya memakan waktu yang lama.

Cara Menghitung Uptime Server

Terakhir, sahabat Qwords akan belajar cara menghitung uptime server. Ini bisa menjadi panduan Anda dalam menentukan penyedia hosting terbaik sebelum membeli. Silahkan lihat pembahasannya dibawah ini.

Contoh 1 : ada penyedia hosting berani memberikan garansi uptime server 98% dalam setahun. Perhitungannya ((365 hari x 24 jam) : 100%) = 8760 : 100 = 87.6 jam/1%. Karena 98% maka hasil 87.6 jam dikali 2, hasilnya 175.2 jam atau 7 hari lebih.

Contoh 2 : ada penyedia hosting berani memberikan garansi uptime server 99.99% dalam setahun. Perhitungannya ((365 hari x 24 jam) : 100%) = 8760 : 100 = 87.6 jam/1%. Karena 99.99% maka hasil 87.6 dikali 0.01, hasilnya sekitar 52 menit atau kurang dari satu jam saja.

Nah bagaimana apakah Anda sudah faham mengenai apa itu uptime server dan cara menghitungnya? Jika sudah silahkan hitung pada penyedia hosting yang akan Anda beli.

Qwords salah satu penyedia layanan hosting terbaik yang memberikan uptime server 99.99% dengan garansi, jadi Anda tidak perlu khawatir kalau seumpama tidak sesuai dengan garansi awal.

Jika tertarik langsung saja pesan dan dapatkan diskon menarik untuk bulan ini.

Terima kasih 

Eril Obeit Choiri Graduating with an IT degree, Eril falls in love with Digital Marketing especially with Search Engine Optimization and Content Writing.

Value Proposition: Definisi, Komponen Utama dan…

Value proposition adalah elemen penting suatu bisnis agar barang produksi selalu laku dibeli oleh para pelanggan. Proposisi nilai atau value proposition menjelaskan mengapa pelanggan...
Nadia Agatha
3 min read

2 Replies to “Mengenal Apa Itu Uptime Server dan…”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *