Di dalam rangka membangun peradaban, manusia telah melakukan berbagai macam terobosan. Manusia membuat bermacam instrumen dan alat yang berkaitan erat dengan teknologi. Tujuannya demi memudahkan kegiatan sehari-hari serta meringkankan beban tanggung jawab sehingga munculah era revolusi industri 4.0.

Proses berpikir dan beraktifitas manusia pun ikut berkembang sekaligus terkena dampaknya. Teknologi hasil pikir manusia mengakibatkan terjadinya revolusi Industri. Seperti yang dikatakan Francis Fukuyama (1998), bahwa teknologi merupakan kunci terjadinya revolusi indsutri, termasuk revolusi industri 4.0.

Apa itu Revolusi Industri 4.0

Revolusi Industri 4.0
Revolusi Industri 4.0

Revolusi industri 4.0 merupakan tahap lanjut dari tiga tahapan revolusi industri yang telah terjadi sebelumnya. Masing-masing revolusi industri melibatkan kehadiran beserta kesadaran pemanfaatan teknologi. Di tahap revolusi industri 4.0 inilah teknologi dan informasi semakin memainkan peranan yang sangat penting.

Pengertian revolusi industri 4.0 tidaklah rumit untuk dipahami, revolusi industri 4.0 intinya menekankan pada aktifitas industri yang melibatkan kesinambungan secara aktif dan interaktif antara manusia dengan data, internet of things, artificial intelligence, atau segala hal yang bersifat virtual, untuk efektifitas target produksi.

Pendeknya, revolusi industri ke 4.0 memiliki tujuan untuk menekan biaya produksi secara besar-besaran namun tetap mampu meraih target produksi dengan cara meminimalisir penggunaan tenaga kasar manusia, lalu menggantinya dengan teknologi virtual yang ada. Pola ini telah menjadi tren dan diberlakukan secara merata di hampir seluruh dunia.

Konsep yang diterapkan dalam praktek revolusi industri 4.0 adalah konsep automatisasi. Baik mesin produksi maupun marketing produk, semuanya menyandarkan aktifitas pada automatisasi. Tanpa melakukan automatisasi, maka sebuah indsutri tersebut tidak dapat dikatakan sedang menerapkan pola kerja revolusi industri 4.0.

Baca juga : Pentingnya Cyber Security di Era Revolusi Industri

Sejarah Revolusi Industri 4.0

Sejarah Revolusi Industri
Sejarah Revolusi Industri

Kemunculan dan terjadinya revolusi industri, termasuk revolusi industri 4.0, bukanlah tanpa sebab atau hal-hal yang sama sekali tidak mendesak. Justru faktanya revolusi industri 4.0 memang dibutuhkan guna menjawab tantangan global, utamanya tantangan ekonomi yang berkelindan dengan massifnya perkembangan teknologi.

Agar lebih memahami unsur historisnya, berikut ada sedikit penjelasan tentang sejarah revolusi industri 4.0. Pada tahun 2015, seorang pengusaha dari Jerman yang bernama Angela Markel mengenalkan ide atau faham revolusi industri 4.0 di gelaran acara WEF (World Economic Forum) yang dihadiri banyak perwakilan negara.

Ide yang disampaikan Angela Markel ternyata ditanggapi dengan positif oleh para pelaku industri lintas negara. Bahkan, demi mengenalkan lebih jauh tentang konsep sekaligus teknis revolusi industri 4.0 yang dimaksud, Jerman membantu Angela Markel dengan memberikan modal sebesar 200 juta euro.

Uang sebanyak itu tidak hanya ditujukan kepada kalangan pebisnis, tetapi juga ditujukan kepada para akademisi dan pemerintah untuk menyokong aspek eksternal pengenalan revolusi industri 4.0. Pihak akademisi berkewajiban menggali sudut keilmuan, sementara itu pemerintah bertanggung jawab menyediakan akses birokrasi yang mudah ditempuh.

Sebenarnya, tidak hanya Jerman yang bergerak aktif menyebarkan pemahaman revolusi industri 4.0. Akan tetapi Amerika Serikat juga menggulirkan program Smart Manufacturing Leadership Coalition (SMLC), sebuah laboratorium hidup untuk mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan positif yang dapat terjadi di balik revolusi industri 4.0.

Dampak Revolusi Industri

Dampak Revolusi Industri
Dampak Revolusi Industri

Terjadinya revolusi industri 4.0 jelas menyisakan banyak pekerjaan rumah atau semacam tantangan, baik positif maupun negatif, yang harus dipahami dengan baik oleh banyak orang agar tidak sampai hilang pemahaman. Sama seperti revolusi industri yang dulu pernah terjadi, di era revolusi industri 4.0 juga terdapat beberapa dampak yang perlu diperhatikan.

Sebelum mengulas dampak-dampak revolusi industri 4.0, Anda perlu mengetahui beberapa prinsip dari revolusi industri 4.0. Sebab dari prinsip-prinsip inilah timbul beberapa dampak yang perlu dipelajari, bahkan disikapi.

Revolusi industri 4.0 mengenal empat prinsip antara lain;

  1. Prinsip interkoneksi

Prinsip ini mengakibatkan adanya jalinan keterhubungan; manusia dengan manusia, manusia dengan mesin, mesin dengan mesin.

  1. Prinsip Transparansi Informasi

Berlakunya prinsip yang pertama, menyebabkan adanya prinsip yang kedua yaitu transparansi informasi.

  1. Bantuan Teknis

Memungkinkan mesin atau perangkat teknologi informasi mengambil keputusan secara tepat dan cepat tanpa harus dilakukan secara manual oleh manusia

  1. Pengambilan Keputusan

Keputusan yang diambil manusia harus diverifikasi oleh cyber physical system, begitu pun sebaliknya. Sehingga keputusan yang diambil harus selaras antara keduanya.

Selanjutnya, setelah mengetahui empat prinsip tersebut barulah dapat diketahui beberapa dampak dari revolusi industri 4.0. Berikut ada dua dampak yang bisa Anda pahami secara mudah, yaitu dampak positif dan dampak negatif bagi manusia selaku pemangku kepentingan revolusi industri 4.0

Dampak Positif

            Karena terwujudnya empat prinsip revolusi industri ke 4 yang telah diurai di atas, maka industri memiliki kemunginan untuk melakukan efisiensi dan efektifitas produksi dengan biaya yang tidak lagi mahal. Sehingga ada sisa biaya yang dapat dialokasikan ke kebutuhan lain yang tidak melibatkan banyak unsur teknologi.

Dampak Negatif

            Sebetulnya dampak negatif ini hanya berlaku bagi manusia-manusia yang enggan belajar memahami perkembangan dunia. Kemungkinan terburuk yang dapat terjadi ialah menyempitnya lahan pekerjaan bagi manusia pekerja kasar. Sehingga pekerja harus memperhatikan betul kemampuannya dalam beradaptasi teknologi.

Tulisan ini hanya sebagai jalan pembuka untuk mengenal lebih dalam tentang revolusi industri 4.0. Apabila Anda ingin mempelajarinya lebih lanjut, anda dapat mencari penelitian dari para akademisi. Namun apabila Anda ingin menghadapi tegangan revolusi industri 4.0, maka belajarlah mulai sekarang.

Salah satu contoh automisasi dalam bidang marketing adalah adanya layanan tool email marketing. Tool email marketing memungkinkan Anda untuk mengirimkan ke ribuan bahkan jutaan email dalam sekali klik, bisa dibayangkan kalau masih harus kirim satu persatu bisa berapa lama waktunya? Nah di Qwords kami memiliki layanan Email Marketing Indonesia bernama MailToGo yang memungkinkan Anda untuk berkirim email bisnis, penawaran, promo dll dengan mudah. Cukup dengan harga 66.000/bulan saja Anda sudah bisa mendapatkan tool email marketing.

Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *