Eril Obeit Choiri Graduating with an IT degree, Eril falls in love with Digital Marketing especially with Search Engine Optimization and Content Writing.

Penyebab Website Overload & Cara Mengatasinya

2 min read

Penyebab Website Overload

Bagi para pengguna hosting, sering ditemui kasus website overload sehingga menyebabkan performa website menjadi lambat bahkan paling parah tidak bisa diakses. Overload disini memiliki banyak penyebabnya, perlu dilakukan pengecekan apakah berasal dari CPU, RAM, MySQL, hardware atau software yang bermasalah.

Server sebenarnya seperti komputer biasa, kadang berjalan dengan lambat saat banyak menjalankan proses. Agar tidak terjadi overload seperti ini Anda bisa melakukan upgrade pada hardware dan sistemnya. Sama halnya dengan hosting saat terjadi overload, solusi yang terbaik adalah upgrade paket diatasnya atau bisa saja upgrade ke layanan VPS.

Selain melakukan upgrade, ada opsi yang lebih murah dan menarik untuk dicoba yaitu menemukan penyebab website overload. Jika sudah ketemu tinggal mencari cara mengatasi overload saja.

Penyebab website overload

Nah berikut ini Kami sudah membagi penyebab website overload berdasarkan kategorinya:

Overload CPU Usage

Spesifikasi Komputer Server
Komputer Server

Beberapa penyebab overload CPU Usage:

  • Traffic dari website/blog yang terlalu tinggi.
  • Menginstall plugin WordPress yang terlalu banyak.
  • Install script yang menghabiskan CPU usage.
  • Ada bug/error pada website.
  • Looping/perulangan yang tiada henti.
  • Akun hosting yang diretas.
  • Streaming file media pada hosting.
  • Terjadi script error pada website dengan jumlah yang besar.
  • Menggunakan cronjob yang berlebihan.

Overload RAM/Memory Usage

Beberapa penyebab dari overload RAM/memory usage:

  • Terdapat script yang bermasalah sehingga diproses pada memori server dalam waktu yang lama.
  • Kebanyakan plugin yang dijalankan membutuhkan memori server.
  • Script/php selalu aktif sehingga memberikan beban pada memori server.
  • Menggunakan cronjob yang berlebihan.
  • Entry proses yang banyak dan bersamaan pada akun hosting.
  • Malware pada hosting yang selalu aktif.
  • Lalu lintas pengunjung website yang tinggi.

Baca juga : Kumpulan Istilah-Istilah Dalam Web Hosting

Overload MySQL Usage

Beberapa penyebab overload MySQL usage:

  • Menggunakan query database yang berlebihan
  • Menarik data dari sistem database yang terlalu besar.
  • Tidak menggunakan plugin caching untuk meringankan beban saat ada query database masuk.
  • Menggunakan koneksi database “persistent” sehingga kinerja server terbebani.
  • Menggunakan plugin atau script statistic untuk collect data, counter, pengunjung website dan lainnya.
  • Traffic pengunjung website yang terlalu tinggi sehingga terjadi request database yang banyak.
  • Terjadi spam database sehingga membuat database penuh.

Cara mengatasi website overload

Ketiga masalah seperti CPU, Memory dan MySQL pada website yang overload diatas masih bisa diatasi, jadi tenang saja. Nah berikut silahkan cek cara mengatasi website overload berikut ini:

1. Melihat pada dashboard panel hosting

cPanel monitoring
cPanel monitoring

Jika Anda menggunakan cPanel, Anda bisa memantau CPU Usage, Memory Usage dan MySQL Usage pada sidebar cPanel. Jika warnanya masih ijo menandakan space masih aman, jika sudah biru Anda perlu waspada dan kalau sudah warnanya merah mendandakan sudah overload.

2. Compress file saat upload ke server

Agar disk usage tidak cepat penuh, sebelum melakukan upload file Anda bisa mengkompresnya terlebih dahulu, tujuannya agar ukuran file menjadi lebih kecil dan ringan.

3. Gunakan plugin dari developer ternama

Agar aman, usahakan menggunakan plugin dan software dari developer ternama yang sudah membuat banyak plugin. Resiko lain yang sering ditemui adalah adanya bug sehingga rawan diretas.

4. Gunakan plugin cache

Plugin cache WordPress akan membantu kinerja website terutama dalam menyimpan halaman saat pertama kali diakses. Saat terjadi request page pertama kali dari pengguna, plugin cache akan menyimpannya sehingga saat terjadi request page kedua tidak perlu mengambil file dari database, bisa langsung dari cache yang tersimpan. Rekomendasi plugin cache WordPress seperti WP Rocket, WP Super Cache, W3 Total Cache, WP Fastest Cache dan sebagainnya.

5. Cek script

Cek script pada file hosting Anda, pastikan tidak ada error yang menyebabkan overload pada server.

6. Gunakan Cloudflare

Cloudflare
Cloudflare

Cloudflare memiliki fungsi sebagai CDN (Content Delivery Network) yang berfungsi menjadi caching, sehingga saat terjadi request CDN akan memberikan file yang direquest paling dekat dengan user. Jadi beban server bisa lebih kecil dan tidak menyebabkan overload.

7. Upgrade layanan hosting

Nah yang terakhir adalah upgrade layanan hosting. Jika saat ini Anda masih menggunakan layanan shared hosting, coba pertimbangkan untuk upgrade ke Virtual Private Server. Rekomendasi Kami bisa pesan VPS Server Murah di Qwords dengan harga mulai dari 75.000/bulan saja.

Demikian sahabat Qwords pembahasan mengenai penyebab website overload dan cara mengatasinya. Silahkan Anda praktekan semoga server hosting Anda menjadi normal kembali sehingga website bisa diakses secara normal.

Terima kasih

Eril Obeit Choiri Graduating with an IT degree, Eril falls in love with Digital Marketing especially with Search Engine Optimization and Content Writing.

Termudah, Cara Membuat Subdomain di cPanel

Anda sebagai pengelola website bisnis dengan banyak cabang, tentunya untuk mengelola semua website akan terlalu repot kalau harus membuat website untuk setiap cabangnya. Bagaimana...
Eril Obeit Choiri
2 min read

2 Replies to “Penyebab Website Overload & Cara Mengatasinya”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *