File .htaccess wordpress sejatinya merupakan file yang berisi konfigurasi pada server Apache. Bagi Anda para pengelola website maupun blog pribadi, informasi terkait file .htaccess tentu bukanlah suatu hal baru lagi. Pasalnya, File .htaccess sendiri biasanya sudah ada secara otomatis pada saat proses instalasi WordPress, meski terkadang ada juga yang tidak memiliki.

Peran utama dari file .htaccess sendiri biasanya digunakan untuk mengganti atau menambah pengaturan server dari kondisi default agar lebih secure dari gangguan bot maupun spamers yang berpotensi menurunkan peringkat di mata mesin pencari.

Mengenal .htaccess WordPress, Lengkap dengan Tutorial Cara Pembuatan dan Fungsinya
Mengenal .htaccess WordPress, Lengkap dengan Tutorial Cara Pembuatan dan Fungsinya

Cara Menemukan File .htaccess

Untuk mencari file .htaccess yang tersembunyi langkah pertama yang Anda perlukan adalah login di halaman cPanel, kemudian pilih menu File Manager untuk masuk ke halaman public_html tempat dimana website Anda diinstal.

.htaccess wordpress file manager
file manager

Sampai tahap ini, Anda hanya perlu mengaktifkan pilihan “Show Hidden Files” agar semua file yang tersembunyi bisa tampil. Berikut tampilan hasil tangkapan layarnya.

.htaccess wordpress show hidden files
show hidden files
.htaccess wordpress
.htaccess wordpress

Jika dalam folder Public_html website Anda belum memiliki file .htaccess, Anda juga bisa menambahkannya sendiri menggunakan notepad atau teks editor lainnya karena bahasa yang digunakan masih menggunakan ASCII biasa.

Lantas, apa yang perlu diketahui dari file .htaccess hingga kita diharuskan untuk mempelajari sekaligus bisa menguasai?

Dalam ranah pengembangan website, file .htaccess bisa dibilang memiliki peran yang cukup krusial terutama ketika bicara soal sistem keamanan, index halaman, dan pembatasan akses redirect tiap-tiap URL. Nah, agar lebih jelas terkait fungsi dan kegunaan .htacces wordpress berikut sudah kami rangkum khusus untuk Anda.

Fungsi File .htaccess WordPress

  • Membuat halaman error page 404 sesuai keinginan pemilik website
  • Mengalihkan akses (redirect) baik antar halaman maupun antar domain
  • Mencegah hot-linking image aagar tidak membebani server. Biasanya orang lain ada yang iseng mengambil URL gambar/video dari website kita untuk ditampilkan di website mereka.
  • Berfungsi melakukan blokir terhadap alamat IP tertentu
  • Merubah ekstensi permalink
  • Menyembunykan file dengan htaccess
  • Dan masih banyak lagi

 Baca Juga: Error Umum Pada WordPress & Cara Mengatasinya

Cara Membuat File .htaccess Default

Sebagaimana telah di sebutkan pada awal paragraf tadi, file .htaccess sejatinya secara default sudah ada sendiri di dalam paket instalasi website berbasis wordpress. Hanya saja dalam beberapa kasus filenya bisa jadi disembunyikan agar lebih aman dari potensi salah edit atau terhapus dari folder instalasi.

Terlepas dari itu, jika didalam website Anda memang benar-benar tidak memiliki file ini, maka sangat disarankan untuk segera membuat file .htaccess secara manual dengan mengikuti tutorial singkat berikut ini.

1. Copy kode dan masukkan kedalam notepad

Cara paling mudah dalam membuat file .htaccess adalah melalui aplikasi notepad yang ada di komputer atau laptop, kemudian mengunggahnya ke layanan web hosting melalui FTP Client. Berikut merupakan konten file .htaccess default yang biasanya ditemukan didalam website/blog berbasis WordPess.

 

# BEGIN WordPress

RewriteRule ^index\.php$ – [L]

RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f

RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d

RewriteRule . /index.php [L]

# END WordPress

 

2. Menyimpan dan Mengunggah File .htaccess

Setelah Anda berhasil mengcopy-paste kode di atas serta sudah menyimpannya dengan nama (.htaccess) maka langkah selanjutnya adalah mengupload file kedalam localhost atau web hosting. Adapun cara upload filenya sendiri tidak berbeda jauh dibandingkan proses upload file biasanya, namun jangan lupa untuk mengecek lokasi direktori agar langsung berada di root folder public_html bukan di folder lain.

3. Perbaikan Konfigurasi

Selamat! Sekarang Anda sudah berhasil menambahkan file .htaccess WordPress kedalam layanan web hosting. Perlu diketahui, perintah di atas masih bersifat default sehingga butuh sentuhan lagi berdasarkan kebutuhan sang pemilik website.

Guna memenuhi berbagai kebutuhan Anda dibawah ini juga kami berikan beberapa trik untuk membuat file .htaccess mmiliki peran dan fungsi lebih dari vrsi default.

 

Trik Mematikan Fungsi Directory Browsing Menggunakan .htaccess

Sebagaimana kita ketahui, directory browsing yang diaktifkan dan bisa diakses publik merupakan salah satu modal awal bagi para hacker untuk bisa mengeksploitasi website yang Anda miliki. Jadi, sangat penting bagi Anda untuk memblokir akses ini agar struktur website tidak bisa diketahui.

Baca juga: Backdoor, Lubang Hacker yang Harus Ditutup

Cara menerapkan trik ini cukup simpel dan mudah, yakni dengan menambahkan perintah Options –Indexes ke dala baris terakhir.

Trik MMelakukan Redirect Antar Halaman/Domain Secara SEO Friendly Menggunakan .htaccess

Di era persaingan yang semakin ketat seperti sekarang, berbagai cara optimasi kerap kali ditempuh para pemilik website agar mendapatkan posisi SERP paling tinggi. Salah satu cara aman dan efektif adalah dengan melakukan redirect backlink dari domain tua menuju website utama.

Nah, proses peralhan tersebut bisa menggunakan metode redirect 301 yang memanfaatkan .htaccess WordPress untuk melakukan eksekusi yang lebih manusiawi serta SEO Friendly.

Tambahkan baris kode berikut ini jika Anda ingin mencoba melakukan redirect 301 antar halaman maupun domain.

Redirect 301 /oldurl/ http://www.example.com/newurl

Redirect 301 /category/television/ http://www.example.com/category/tv/

 

Penutup

 

Itulah sekilas informasi terkait pengenalan file .htaccess WordPress yang perlu Anda ketahui. Untuk bisa membangun sebuah website profesional yang baik dan banyak dicari memang membutuhkan beragam eksperimen.

Salah satu contohnya seperti pemahaman terkait file .htaccess pada kesempatan kali ini, yang ternyata menyimpan banyak manfaat untuk keperluan optimasi website di mata mesin pencari.

Selain itu, agar usaha membangun website tidak sia-sia, Anda juga perlu bijak dalam memilih layanan paket web hosting. Jangan hanya tergoda dengan pnawaran harga hosting murah, namun cek juga kehandalan performa serta teknologi yang dimiliki.

Sebagai provider cloud web hosting yang sudah 14 tahun berkiprah di Indonesia, Qwords.com selalu berkomitmen dalam menghadirkan berbagai kebutuhan untuk website pelanggan. Akses dari server kami saat ini juga sudah mulai menggunakan tknologi Ultrafast SSD sebagai salah satu keunggulan untuk menarik minat pembeli. Jadi, jangan ragu untuk mempercayakan performa website Anda ke Qwords.com.

Sampai jumpa di artikel selanjutnya dan jangan lupa untuk membagikan artikel ini kepada teman, saudara, atau siapa saja yang  ingin mendalami materi tentang  .htaccess WordPress.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *