Jaringan Peer to Peer : Sejarah, Pengertian dan Kelebihannya

2 min read

Jaringan Peer to Peer

Belakangan ini santer terdengar kabar tentang BI yang masih mengkaji lebih detail lagi terkait teknologi blockhain. Teknologi yang dikenal lewat mata uang kripto ini dirasa mampu membuat sistem pembayaran menjadi lebih efisien. Ini mengingat bahwa teknologi blockhain merupakan jenis pembaharuan yang bergerak dengan basis jaringan peer to peer.

Dengan demikian, teknologi blockhain terbilang cukup aman, efisien serta mampu terdesentralisasi karena memiliki perlindungan algoritma kriptografi kuat. Blockhain berdasarkan peer to peer network mampu secara cepat melakukan verifikasi serta melihat pembukuan maupun histori transaksi yang memungkinkan dana dapat berpindah secara cepat.

Pengertian Jaringan Peer to Peer

Jaringan Peer to Peer
Jaringan Peer to Peer

Bagi Anda yang bergelut di dunia marketing maupun IT tentu tidak asing dengan istilah peer to peer. Namun, bagi masyarakat umum tentu masih banyak yang bertanya-tanya mengenai apa yang dimaksud dengan jaringan peer to peer. Jaringan P2P adalah suatu mode jaringan komputer (bisa tersusun lebih dari satu komputer) dalam lingkungan tertentu agar dapat saling berbagi.

Untuk membuat sebuah jaringan P2P Anda tidak lagi memerlukan dua komputer maupun tambahan hub serta switch. Alih-alih demikian, Anda bisa langsung menggunakan switch atau hub berupa 1 kabel UTP yang dipasang pada kartu jaringan dari masing-masing komputer. Dalam jaringan peer to peer, sharing resource dan service adalah hal yang paling utama.

Sayangnya, jaringan ini tidak direkomendasikan untuk skala besar. Hal ini mengingat bahwa administrasi jaringan nantinya menjadi tak terkontrol. Semakin banyak hal yang dibagikan, maka kian memberikan pengaruh besar bagi kinerja komputer.

Baca juga : Macam Topologi Jaringan Komputer

Kelebihan Jaringan Peer to Peer

Jaringan P2P mempunyai sejumlah kelebihan. Beberapa kelebihan jaringan P2P berikut kiranya dapat bermanfaat bagi Anda.

  1. Sangat mudah dalam instalasi.
  2. Implementasi relatif murah.
  3. Sangat efisien.
  4. Sangat fleksibel.
  5. Tiap-tiap komputer berperan sebagai klien sekaligus server.
  6. Tidak lagi membutuhkan administrator khusus guna melakukan perawatan terhadap jaringan.
  7. Tidak lagi memerlukan OS maupun aplikasi khusus lainnya guna server.

Sejarah Jaringan Peer to Peer

jaringan komputer
jaringan komputer

Tahukah Anda bahwa konsep jaringan P2P sudah muncul sejak tahun 1980an. Namun, jaringan ini baru banyak digemari ketika pihak microsoft resmi merilis OS for workgroups. Karakteristik utama jaringan P2P ialah tidak mempunyai server pusat guna mengatur klien-klien. Akan tetapi, sistem keamanan dari jaringan ini masih dirasa cukup rendah dibandingkan dengan metode server lain yang lebih rumit.

Pada tahun tersebut, muncul sebuah aplikasi terdistribusi yang dikenal dengan nama Usenet. Aplikasi ini dibuat oleh Tom Truscott serta rekannya Jim Ellis untuk melayani pengguna dengan newsgroup. Pada masa itu, mereka belum mengenal layanan internet untuk saling bertukar akses secara cepat. Umumnya, mereke bertukar berkas menggunakan sistem batch file.

Batch file sendiri merupakan berkas yang berisikan data sedang proses atau hendak ditransmisikan dari awal hingga akhir. Pada saat itu, jaringan P2P hanya bisa bertukar informasi satu data pada malam yang larut. Ini adalah waktu yang baik bagi suatu negara besar karena jalur SLJJ tengah sepi. Sebagai akibat, maka fungsi aplikasi ini menjadi tidak bisa terdistribusi.

Aplikasi P2P generasi awal yakni FidoNet muncul dengan sukses dan berhasil bertengger di puncak kepopuleran. Aplikasi buatan Tom Jennings ini lahir pada tahun 1984 guna bertukar pesan antar pengguna Bulletin Board System atau BBS yang berbeda-beda. FidoNet inilah yang kemudian memunculkan aplikasi-aplikasi P2P serupa yang begitu beragam hingga saat ini.

Seiring berjalannya waktu, terutama pada tahun 1990an mulai berkembang sejumlah aplikasi yang dibuat berdasarkan konsep peer to peer. Misalnya, Kazaa, eDonkey, BitTorrent dan sebagainya. Bahkan sistem peer to peer tidak hanya gemar digunakan oleh pengguna rumahan saja melainkan sejumlah perusahaan besar juga berminat akan jaringan ini.

Bahkan saat ini ada juga istilah jaringan P2PL yang berkaitan dengan sistem keuangan. Banyak perusahaan startup yang bergerak di bidang jasa peminjaman uang dengan memamfaatkan sistem jaringan P2P. Sistem ini diharapkan mampu mempermudah orang-orang dalam melakukan peminjaman uang tanpa perlu merasa kesulitan.

Baca juga : Sistem Keamanan Jaringan Nirkabel

Karakteristik Jaringan Peer to Peer

Jaringan P2P memiliki beberapa karakteristik tertentu yang marak digunakan ketika microsoft merilis penggunaan sistem pengoperasian windows for groups. Karakteristik yang dimiliki oleh jaringan ini di antaranya ialah seperti berikut.

  1. Tidak mempunyai komputer sebagai suatu server yang berdedikasi.
  2. Tiap-tiap komputer dalam jaringan ini adalah server sekaligus mitra.
  3. Tidak memiliki kontrol terkait pengaturan keamanan jaringan.
  4. Tidak membutuhkan spesifikasi komputer yang berspesifikasi setara guna terhubung dalam suatu jaringan tertentu.

Dalam penggunaan sistem jaringan peer to peer, Anda sudah tidak lagi memerlukan hub. Hal ini dikarenakan komputer telah terhubung langsung dengan kabel UTP. Komputer yang telah terhubung sudah tidak perlu lagi memiliki spesifikasi serupa. Langsung saja tambahkan kartu jaringan ke komputer untuk dapat dihubungkan secara bersama-sama.

Perlu diketahui bahwa Qwords tidak hanya memberikan informasi-informasi tentang dunia IT saja, melainkan Qwords memiliki layanan penjualan web hosting murah untuk keperluan website bisnis Anda. Cukup dengan Rp 14.500/bulan Anda sudah bisa memiliki website  sendiri. Tunggu apalagi onlinekan bisnismu sekarang juga.

Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *