Jordy Prayoga He enjoys creating clear and helpful content. In his free time, he loves to hike.

Apa Itu Hostname? Ini Fungsi dan Tips Membuatnya, Mudah!

3 min read

hostname-qwords

Hostname adalah istilah yang akan sering Sahabat Qwords temui ketika mempelajari jaringan dan server.

Sebagian orang menganggap hostname adalah nama lain dari domain name (nama domain).

Padahal, keduanya jelas memiliki perbedaan yang signifikan. Apakah sebelumnya Anda juga menganggap keduanya sama? Atau sama sekali belum mengetahuinya?

Untuk lebih jelasnya, silakan simak artikel berikut ini, yuk!

Apa Itu Hostname?

Hostname adalah label atau identitas yang dimiliki oleh setiap perangkat atau host di dalam jaringan tertentu, atau juga internet.

Setiap perangkat yang ada dalam jaringan dibedakan dari hostname yang dimiliki oleh komputer (server, VPS, atau web), sehingga ini akan memudahkan dalam pengelolaanya.

Jika dipahami dalam bahasa yang lebih mudah, hostname adalah label yang memudahkan manusia untuk mengingat alamat IP yang dimiliki oleh perangkat komputer yang ada pada jaringan.

Sedangkan ketika di internet, hostname kerap ditemui memiliki nama yang digabung dengan domain. Jika demikian, Anda bisa mengenalinya sebagai fully qualified domain name (FQDN).

Fungsi Hostname

Fungsi hostname dalam dunia komputer dan jaringan sangat penting, seperti:

1. Mempermudah dalam Mengidentifikasi Perangkat

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, hostname yang berlaku sebagai label/identitas sebuah perangkat menjadikannya lebih mudah untuk diidentifikasi.

Hal ini juga berlaku ketika pengelola perangkat dalam jaringan ingin menghubungkan atau mengakses suatu perangkat dalam jaringan.

2. Manajemen Server

Masih berkaitan dengan fungsi yang pertama, hostname biasanya juga berperan penting dalam manajemen server.

Misalnya, server dapat diberi hostname “webserver,” “database-server,” atau “mailserver” berdasarkan fungsi dan kegunaannya.

Dengan begitu, pengelola server lebih mudah dalam memahami peran pada tiap server, terutama ketika jumlahnya lebih dari satu.

3. DNS (Domain Name Server)

DNS memanfaatkan hostname ketika ingin mengonversi perangkat menjadi alamat IP. Misalnya, ketika Anda mengakses www.qwords.com, DNS Mengubahnya menjadi alamat IP yang sesuai dengan hostname.

4. Penyelesaian Masalah

Hostname juga dapat berfungsi dalam pemecahan masalah yang terjadi pada suatu perangkat dalam jaringan.

Dengan begitu, pengelola dengan lebih mudah mengidentifikasi perangkat mana yang sedang mengalami masalah atau perlu penanganan lebih lanjut dengan mengidentifikasi hostname.

Apa Bedanya Hostname dengan Domain Name?

Pada pembahasan di awal artikel, kami sempat menyebutkan bahwa penggunaan hostname terkadang disalahpahami sebagai nama domain oleh pengguna.

Padahal, keduanya jelas memiliki perbedaan. Nah, ini adalah perbedaan antara hostname dan domain name:

a. Hostname

Hostname adalah sebuah label atau nama yang diberikan pada suatu perangkat dalam jaringan komputer atau internet untuk mengidentifikasinya dalam jaringan. 

Hostname berfungsi sebagai cara yang lebih mudah untuk mengenali perangkat tersebut.

Biasanya, hostname lebih terfokus pada perangkat individual dalam jaringan dan digunakan dalam jaringan lokal. 

Misalnya, sebuah server dapat memiliki hostname seperti “webserver-1” atau “mailserver,” yang membantu dalam identifikasi dan pemahaman peran masing-masing perangkat. 

Selain itu, hostname juga tidak selalu terkait dengan domain tertentu dan dapat digunakan secara internal dalam jaringan.

b. Domain Name

Sementara itu, domain name adalah alamat yang digunakan untuk mengidentifikasi resource di internet. 

Resource yang dimaksud adalah seperti website, layanan email, atau server lainnya.

Domain name berfokus pada resource yang dapat diakses secara publik di internet. 

Sebagai contoh, “www.qwords.com” atau “mail.google.com” adalah domain name yang digunakan oleh website dan layanan yang dapat diakses oleh semua orang. 

Domain name dihubungkan dengan alamat IP yang sesuai melalui sistem Domain Name System (DNS).

Ketika pengguna ingin mengaksesnya, mereka hanya perlu mengetikkan nama domain alih-alih alamat IP yang lebih kompleks.

Secara umum, perbedaan utama antara hostname dan domain name terletak pada fokus penggunaannya. 

Hostname adalah untuk mengidentifikasi perangkat dalam jaringan lokal, sementara domain name digunakan untuk mengidentifikasi resource internet yang dapat diakses secara global.

Sampai di sini, Anda sudah tahu perbedaan hostname dan domain name ‘kan?

Selanjutnya, mari ketahui tips membuat hostname dengan mudah berikut ini, yuk!

Tips Membuat Hostname dengan Mudah!

Menentukan nama hostname tentu akan menjadi langkah yang sangat mudah untuk dilakukan, termasuk bagi para pemula.

Tapi sebelum itu, ada beberapa tips yang mesti dipahami agar dapat membuat hostname secara unik dengan mudah.

  • Gunakan kata yang mudah diingat dan ditulis
  • Pastikan nama yang dipilih relevan
  • Pahami struktur penulisan hostname:
  1. Pemilihan hostname memiliki maksimal 255 kata. Sangat disarankan untuk tidak memilih nama yang panjang agar memudahkan dalam mengingatnya.
  2. Dapat terdiri dari huruf (A-Z, a-z), angka (0-9), dan tanda hubung (-). Namun, penulisannya tidak dapat dilakukan jika dimulai dengan tanda hubung atau angka, dan diakhiri dengan tanda hubung (baik satu atau dua berturut-turut). Misalnya 1server, -1server, 1server–, atau -server1- tidak diperbolehkan.
  3. Case-insensitive, artinya baik huruf kecil atau huruf besar akan dianggap sama oleh sistem. Jadi, server-jordy dan Server-Jordy akan dianggap sama. Pilihlah gaya penulisan yang Anda inginkan dan pastikan Anda selalu konsisten, ya!
  4. Setiap bagian yang dipisahkan dengan tanda hubung (-) tidak boleh melebihi 63 karakter.

Contoh hostname yang valid adalah “webserver5,” “mail.contoh.com,” atau “my-computer-03.” 

Dengan mengikuti tips ini, Anda dapat membuat hostname yang efektif, mudah diidentifikasi, dan dapat dikelola dengan baik dalam jaringan Anda.

Sudah Tahu Apa Itu Hostname?

Sahabat Qwords telah mempelajari hostname dari awal, mulai dari pengertian, fungsi, perbedaannya dengan domain name, hingga tips membuatnya.

Melalui artikel ini, kami sangat berharap bahwa Anda dapat memahami hostname secara utuh dan ketika dihadapkan dengan pilihan menentukan nama host, Anda tidak perlu lagi bingung dan malah mengisinya dengan nama domain.

Yuk, bagikan artikel ini kepada orang lain agar lebih banyak lagi yang memahami apa itu hostname!

Jordy Prayoga He enjoys creating clear and helpful content. In his free time, he loves to hike.

Review Qwords, Provider Hosting dengan Layanan…

Provider hosting yang memiliki layanan lengkap adalah Qwords, sudah lama membangun reputasi sebagai penyedia layanan hosting dengan keunggulan layanan yang lengkap dan berkualitas. Sebagai...
Eril Obeit Choiri
5 min read

6 Tips Menjadi Wirausaha Sukses dari…

Seiring berkembangnya zaman dan teknologi, berbagai aktivitas bisa dilakukan dengan fleksibel dan mudah. Salah satunya adalah menjalankan bisnis dari rumah. Mundur tiga hingga empat...
Jordy Prayoga
2 min read

Review Qwords, Hosting Cloud Cepat, Aman…

Qwords, mungkin ada dari beberapa pembaca blog ini yang belum mengenal secara detail tentang Qwords.  Qwords memiliki layanan utama penjualan domain hosting dengan berbagai...
Eril Obeit Choiri
2 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *