Secara umum contoh marketing plan sebenarnya cukup banyak. Sebagaimana telah diketahui, bahwa membuat perencanaan dalam pemasaran adalah suatu hal yang sangat penting. Tanpa adanya marketing plan, maka sulit bagi perusahaan untuk bisa mencapai target-target penjualan. Dengan kata lain, goals tidak akan bisa sesuai ekspektasi tanpa perencanaan marketing yang bagus.

Pengertian dan Contoh Marketing Plan (Lengkap!)
Pengertian dan Contoh Marketing Plan (Lengkap!)

Pengertian Marketing

Marketing berasal dari bahasa Inggris, yang artinya adalah pemasaran. Dan secara umum meliputi beberapa aspek, mulai dari aktivitas, kemudian rangkaian institusi, serta proses dalam menciptakan, melakukan komunikasi, hingga pertukaran sesuatu yang bernilai. Yaitu produk berupa barang atau jasa yang dibuat dengan uang. Marketing ini dilakukan dengan masyarakat sebagai pangsa pasar.

Dalam konsepnya, pemasaran ini dimulai dari sebuah kebutuhan dari manusia. Dimana seiring dengan berjalannya waktu, kebutuhan tumbuh menjadi sebuah keinginan. Jadi, produk yang dipasarkan juga berbasis dari sesuatu yang dibutuhkan, misalnya makanan. Yang kemudian berkembang dengan ingin mengkonsumsi produk makanan dari brand tertentu.

Dalam pemasaran, ada yang namanya marketing plan. Dan salah satu cakupannya adalah strategi pemasaran. Aspek ini sangat penting bagi suatu perusahaan, karena dalam strategi ada langkah-langkah untuk mencapai suatu tujuan. Secara spesifik lagi, strategi ini terdiri atas rangkaian rencana dan rancangan program tentang proses pencapaian goals.

Baca juga: 7 Strategi Content Marketing Terbaik Untuk Bisnis

Secara universal, ada 4 konsep dasar dalam marketing. Di dalamnya juga termasuk rencana pemasaran, yang mana harus diketahui oleh calon pengusaha, atau pun marketer. Di bawah ini adalah penjelasan lengkapnya:

4 Konsep Dasar dalam Marketing

 

1. Produksi

Tahap ini adalah sebuah proses pengolahan bahan baku mentah, ke bahan jadi. Ini dilakukan dalam rangka menambah nilai atau harga suatu produk. Baik itu barang maupun jasa, tujuannya tak lain adalah untuk mendapatkan produk terbaik. Tim marketing harus terlebih dahulu melakukan sebuah riset sehingga memahami apa yang paling dibutuhkan oleh pasar.

 

2. Produk

Produk merupakan sesuatu (hasil), yang ditawarkan oleh penjual kepada masyarakat sebagai target konsumen. Secara umum, produk terbagi dalam tiga kategori, antara lain: Gagasan, barang, dan jasa. Perlu diketahui, kalau setiap orang pasti menginginkan produk dengan kualitas terbaik. Namun harganya juga terjangkau.

 

3. Marketing

Marketing atau pemasaran, merupakan rangkaian kegiatan individu atau organisasi. Dalam usaha untuk menjaga permintaan pasar. Proses tersebut meliputi: Menciptakan produk hingga transaksi. Hingga produk sampai ke tangan konsumen. Dimana sebelumnya pasti sudah melalui proses seperti promosi, tawar menawar, deal, pemesanan, dan sebagainya.

 

4. Penjualan

Konsep terakhir dalam marketing adalah penjualan produk. Semakin banyak produk yang terjual, maka semakin tinggi pula nilai keuntungan yang didapatkan. Untuk bisa mencapai target nominal tertentu, banyak pihak yang kemudian merekrut reseller. Atau secara cuma-cuma memberikan reward kepada customer setia supaya tetap berlangganan.

 

Contoh Marketing Plan yang Baik

 

Bagi Anda yang belum pernah bergelut di bidang bisnis, mungkin masih akan bertanya-tanya apa itu marketing plan? Dan bagaimana cara membuat marketing plan yang bagus? Karena proses perencanaan ini lah yang nantinya akan menentukan bagaimana implementasi akan berjalan. Dalam sebuah struktur marketing, bagian planning memang tidak bisa disepelekan begitu saja.

Baca juga: Contoh bisnis plan

Di bawah ini adalah contoh marketing plan yang dapat dijadikan sebagai bahan referensi:

Marketing plan untuk kafe berjalan/ food truck:

Konsep usaha: Sebuah bisnis kafe berjalan kekinian dengan sajian aneka ragam makanan dan minuman. Lokasi usaha dekat dengan kampus, dan kawasan kos-kosan. Yang memang potensial untuk berjualan makanan mengenyangkan dengan harga murah.

Marketing plan  :

  • Riset pasar
  • Proses penelitian pasar dilakukan dalam kurun waktu 2 minggu.
  • Melakukan survei offline dan juga online.
  • Menu yang bisa masuk di pasar.
  • Target riset adalah mendapatkan data yang valid mengenai usaha sejenis, bagaimana pandangan masyarakat lokal, dan juga mangsa pasar potensial. Selain itu juga mengukur daya beli customer, tingkat persaingan, dan lokasi usaha yang bagus untuk berjualan.

 

  • Branding
  • Menentukan bagaimana proses branding produk akan dilakukan.
  • Mulai riset nama yang akan digunakan.
  • Proses akan memakan waktu 1 minggu.
  • Dilakukan bersama dengan support penuh dari tim, pakar marketing, desainer grafis. Hingga menghasilkan logo yang menarik, dan benar-benar menjual. Supaya bisa mendapatkan hasil sesuai yang diharapkan.

 

  • Soft Opening
  • Modifikasi tempat jualan yang akan digunakan, baik itu pick up, atau stand yang akan dipakai.
  • Mempersiapkan kursi dan meja plastik sederhana.
  • Produk diberikan secara gratis atau sistem diskon kepada pengunjung. Supaya tetap balik modal, maka bisa memberikan diskon cukup fantastis. Namun rasa harus terjamin.
  • Memberikan quisioner kepada pengunjung untuk melihat feed back dari pasar.
  • Membagikan brosur, baik ke konsumen atau siapa saja yang lewat dekat tempat jualan.

 

  • Melakukan Promosi Online
  • Promosi online bisa dimulai dengan cara membuat akun sosial media, kemudian mulai posting produk yang dijual.
  • Apabila menggunakan Facebook, maka bisa join di grup khusus jual beli atau memanfaatkan fitur market place.
  • Supaya tampak lebih profesional, sebaiknya membuat sebuah situs website official. Dimana calon customer bukan hanya bisa melihat katalog menu lengkap atau penawaran promo. Namun juga melakukan order secara online.
  • Mempersiapkan 1 orang pegawai untuk menjadi admin online (website, maupun sosial media).
  • Menentukan materi konten sosial media sejak dini supaya tampak lebih menarik, dan selalu kekinian.

 

  • Advertising dan Promo
  • Membuat proposal atau materi promosi, baik dengan memanfaatkan digital advertising, maupun kerjasama dengan radio lokal dalam usaha memperkenalkan brand serta produk.
  • Up to date informasi mengenai event yang akan diselenggarakan di sekitar lokasi atau kota.
  • Memasang tag price khusus promo dalam jangka waktu tertentu, misalnya 1 minggu.
  • Membagikan voucher belanja dengan limit waktu tertentu supaya semakin menarik.
  • Menyiapkan 20 porsi gratis untuk pelanggan pertama.
  • Beli 2 gratis 1.

 

  • Biaya Pemasaran

Riset market                  Rp. 250.000

Branding                       Rp. 2.500.000

Soft Opening                Rp. 700.000

Sosmed dan website     Rp. 3.000.000

Promo                          Rp. 1.500.000

Modifikasi tempat         Rp. 1.500.000

 

Total biaya pemasaran   Rp. 9.450.000

(Belum termasuk gaji karyawan)

 

  • Target Marketing
  • Tanggapan yang positif dari market potensial (khususnya pada saat promo dan soft opening)
  • Hasil penjualan sesuai dengan target, minimal 100 porsi per hari
  • Menghadirkan trend makanan baru di masyarakat lokal atau pun luar
  • Membuka cabang baru di tempat lain
  • Pesan makanan lebih mudah (order melalui website atau online)

Kesimpulan

 

Contoh marketing plan di atas sejatinya hanya berupa gambaran dasar yang masih bisa di optimalkan lagi dengan cara menghadirkan kemudahan kepada customer, yaitu berupa pesan makanan online melalui situs resmi.

Kalau Anda masih bingung memilih jasa penyedia domain dan hosting Indonesia yang bagus. Bisa menjadikan Qwords sebagai solusinya. Selain menawarkan layanan prima, harga yang ditawarkan juga customer friendly.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *