supahpemuda

 

Sahabat Qwords se-Tanah Air, hari ini tepat 89 tahun peringatan Hari Sumpah Pemuda. Beberapa dari anda mungkin hafal luar kepala 3 bait isi Sumpah Pemuda. Tapi ada yang lebih penting, yakni bagaimana prakteknya. Mari kita intip sejenak apa saja yang terjadi di negara kita beberapa tahun ini.

 

Maraknya berita di media massa tentang kasus perundungan (bullying) anak remaja membuat resah berbagai pihak. Kasus ini bahkan sempat menjadi topik utama di beberapa situs berita. Tidak sedikit para pelajar yang melakukan perundungan erhadap teman sekolahnya akibat sering melihat adegan tayangan televisi. Tanpa kontrol dari orang tua dan keluarga, masa depan pemuda-pemudi penerus bangsa akan sangat meresahkan.

Dikutip dari portal berita Liputan 6, data selama tahun 2011-2016 menunjukkan bahwa jumlah korban perundungan lebih banyak dari jumlah pelaku. Hal ini membuktikan bahwa tindakan perundungan dilakukan oleh pelaku yang itu-itu saja kepada banyak korban yang berbeda. Pada tahun 2014, sebanyak 159 korban perundungan dengan total pelaku 67 orang dilakukan di lingkungan sekolah. Angka ini belum termasuk kasus perundungan di dunia siber atau yang lebih dikenal dengan cyberbullying. Pertanyaannya, dimana etika dan moral pemuda Indonesia saat ini?

 

(sumber: Liputan6.com)

 

Mari kesampingkan dulu kasus perundungan. Saat ini, tata karma khas adat ke-timur-an Indonesia sudah mulai melebur digantikan tren bahasa gaul yang mereka sebut kekinian. Fenomena kebahasaan yang begitu booming ini terjadi khususnya pada remaja perkotaan. Mengapa bisa terjadi? Media massa seperti iklan, film, dan sinetron turut menyumbang fenomena ini. Kebiasaan yang dibawakan oleh public figure dianggap sah-sah saja untuk mereka tiru. Sehingga terkadang remaja saat ini tidak sadar mengutarakan kata-kata dan perilaku tidak sopan kepada orang yang lebih tua. Hal ini tak boleh dihiraukan, dampaknya akan semakin mengkhawatirkan. Dari salah bicara, bisa menimbulkan salah persepsi yang menimbulkan gesekan di masyarakat.

 

Selain perundungan dan persoalan tata karma, unjuk rasa membawa nama agama bercampur politik juga menjadi akar permasalahan yang tak kunjung usai. Padahal, penduduk Indonesia menganut banyak kepercayaan.  Apa karena masyarakat kita mudah diadu domba? Mudah tersulut emosinya? Apa yang salah dari masyarakat kita? Seandainya kita kembali berkiblat pada Pancasila & Bhinneka Tunggal Ika, hal ini tak mungkin terjadi, bukan?

Di hari peringatan Sumpah Pemuda kali ini, kita tingkatkan kesadaran untuk peduli satu sama lain. Saatnya melakukan perubahan yang telah diajarkan nenek moyang kita. Menjadi satu Tanah Air Indonesia, berbangsa satu, dan berbahasa satu Bahasa Indonesia seperti isi dari Sumpah Pemuda di tahun 1928. Saatnya kita berjabat tangan & bergerak bersama membangun Indonesia. Tidak ada lagi saling rundung, adu domba, apalagi saling menyakiti satu sama lain. Selamat memperingati Hari Sumpah Pemuda!

 

Simak pula video Official dari Qwords DI SINI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *