Mengenal Lebih Lengkap Bahasa Pemrograman Phyton

2 min read

Apa itu Phyton

Pernah mendengar mengenai bahasa pemrograman? Bagi anda yang belum pernah berkecimpung dalam ranah IT, istilah bahasa pemrograman mungkin tak terlalu familiar. Namun beda jadinya jika anda sudah terbiasa bekerja dalam ranah ini, maka bahasa pemrograman merupakan salah satu ilmu dasar yang harus dikuasai.

Ada beberapa jenis bahasa pemrograman yang diaplikasikan di dunia saat ini, phyton adalah salah satu yang paling sering digunakan.  Pada Artikel ini akan dibahas mengenai beberapa penjelasan utama terkait bahasa pemrograman phyton.

Penjelasan Dasar Mengenai Phyton

Apa itu Phyton
Apa itu Phyton

Phyton adalah bahasa pemrograman yang diklaim memiliki struktur sederhana, karena itu bisa lebih mudah untuk dipelajari bagi para pemula, dibandingkan dengan bahasa pemrograman lain. Bagi anda yang ingin memulai mempelajari bahasa pemrograman ini, ada 3 hal penting yang harus anda ketahui, yaitu mengenai pengertian dasar phyton, dilanjutkan dengan sejarah dan perkembangannya, dan yang terakhir adalah komparasi atas keunggulan dan kekurangannya.

1. Pengertian Phyton

Menjalankan sebuah program yang ada dalam sebuah komputer, tentu saja tak bisa menggunakan bahasa biasa. Setiap bahasa tersebut harus diubah bentuknya sehingga sesuai dengan standar yang bisa diterima dan diproses oleh komputer. Nah, inilah yang kemudian disebut sebagai bahasa pemrograman.

Secara sederhana, bahasa pemrograman diartikan sebagai susunan kode-kode, yang umumnya digunakan untuk menjalankan program komputer. Bahasa ini berisi intruksi-intruksi, yang kerap disebut sebagai sintaks dan juga semantik. Nantinya sintaks dan juga semantik ini akan diinput ke dalam program komputer, dan nantinya akan direspon dengan perubahan sistem atau program yang ada.

Phyton adalah salah satu jenis bahasa pemrograman, yang sampai saat ini paling banyak digunakan di dunia. Sehingga tak mengherankan jika ini phyton menjadi bahasa program yang harus dikuasai oleh para penggiat IT. Ada banyak pengembang teknologi dunia yang menggunakan phyton sebagai bahasa pemrograman utamanya, misalnya saja seperti Linux, lalu Windows, MAC, Java, hingga Symbian.

Baca juga : Pengertian Lengkap Tentang HTML

2. Sejarah perkembangan phyton

Bahasa Pemrogaman Phyton
Bahasa Pemrogaman Phyton

Hingga saat ini tren programming dalam dunia IT terus mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan karena perkembangan teknologi yang semakin dinamis, menyebabkan semakin banyaknya terobosan-terobosan gadget yang hadir. Tak pelak bahasa pemrograman menjadi salah satu skill yang paling dicari, karena memang menguasainya bukanlah hal yang mudah. Salah satu kunci dalam menguasai hal ini adalah mengetahui sejarah dan perkembangannya, sehingga anda akan lebih mudah untuk memahaminya dan melakukan improvisasi ketika menggunakannya.

Bahasa pemrograman phyton untuk pertama kalinya diluncurkan sekitaran tahun 1990. Penciptaannya dilakukan oleh  Guido Van Rossum, yang tercatat sebagai salah satu pengembang teknologi di Negara Belanda, dengan mengambil setting lokasi di Amsterdam. Setelah 5 tahun peluncurannya, Guido Van Rossum melakukan evaluasi terhadap kecocokan bahasa pemrograman yang dibuatnya, dengan perkembangan komputer dunia saat itu. Kemudian ia menemukan beberapa perbaikan, yang kemudian disempurnakan sebagai revisi pertama pyhyton, dan diluncurkan pada tahun 1995.

Perbaikan dan penyempurnaan phyton terus menerus dilakukan oleh Guido Van Rossum, hingga kemudian versi selanjutnya muncul pada tahun 2000. Hingga saat ini phyton adalah bahasa pemrograman yang telah mencapai perbaikan hingga versi ketiganya. Membaca mengenai sejarahnya, pasti anda tak akan menyangka bahwa nama untuk bahasa pemrograman yang beken di dunia ini ternyata berasal dari acara sirkus kesukaan  Guido Van Rossum, yaitu Monty Python Flying Circus.

3. Kelebihan dan Kekurangan Phyton

Sama seperti bahasa pemrograman lainnya, phyton adalah bahasa yang juga pastinya memiliki sisi kurang dan lebih dalam pengaplikasiannya. Hingga saat ini phyton diketahui memiliki keunggulan dari sisi kemudahan dan kesederhanaan bahasanya, sehingga dalam mempelajarinya para pemula tak akan menemui kesulitan yang berarti.

Bahasa pemrograman terpopuler
Bahasa pemrograman terpopuler

Phyton diketahui mampu menjalankan program yang kompleks, dengan sintaks dan juga semantik yang sederhana. Oleh sebab itu, dalam pengerjaannya, programmer tidak perlu bergulat dengan data dan kode yang ribet. Hal ini juga disesuaikan dengan jumlah bahasa yang perlu diaplikasikan, phyton memungkinkan penggunaan bahasa yang sedikit untuk menjalankan program yang rumit. Dan yang terakhir, phyton didukung dengan sistem bahasa pemrograman yang memiliki pengelolaan memori otomatis.

Sedangkan kekurangan phyton adalah pada keterbatasannya dalam mengakses data. Tak seperti bahasa pemrograman yang lain, yang memiliki kapasitas untuk akses data-data yang massif, phyton justru memiliki kapasitas yang lebih terbatas.

Hal inilah yang kemudian menyebabkannya menjadi agak lambat, ketika dihadapkan pada beberapa jenis pemrograman tertentu, misalnya seperti pada sistem milik IOS dan juga Android. Karena keterbatasan ini jugalah bahasa pemrograman phyton kurang mendukung jika harus dipasangkan pada komputer yang bekerja dengan basis multiprocessor. Nantinya akan berakibat pada hasil pemrograman yang banyak bug dan juga lag pada proses maupun hasil akhirnya.

Itulah penjelasan lengkap mengenai sejarah, perkembangan, serta kelebihan dan kekurangan dari  bahasa pemrograman phyton.

Qwords selaku perusahaan penyedia layanan domain hosting Indonesia selalu berupaya memberikan pengetahuan yang mendalam tentang programming kepada semua pembacanya. Silahkan baca artikel-artikel menarik lainnya dari Kami dengan berbagai kategori bahasan yang menarik.

Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *