Amera P. Safira With a newfound love of the IT world, Amera likes to turn complex topics into easy-to-read and comprehensive articles. In her spare times, Amera enjoys playing video games and reading every book she can find.

Pengertian & Jenis Model Bisnis B2C

3 min read

Pengertian & Jenis Model Bisnis B2C

Jika sahabat Qwords sudah lama berada di dunia bisnis, pastinya Anda sudah pernah mendengar tentang istilah B2C atau business to consumer. 

B2C adalah salah satu model penjualan yang paling populer saat ini. Bisnis to customer adalah bisnis yang melakukan penjualan barang atau jasa kepada konsumen secara langsung.

Nah pada artikel kali ini kami akan membahas semua yang perlu Anda ketahui tentang model bisnis b2c. Mulai dari pengertian, jenis bisnis, dan perbedaanya dengan B2B (business to business).

Yuk langsung saja kita mulai!

Pengertian Business to Consumer

Pengertian Business to Consumer

Nah jadi apa itu B2C sebenarnya? Singkatnya, business to consumer adalah bisnis yang melakukan pelayanan atau penjualan barang dan jasa kepada konsumen sebagai end-user.

Jadi, bisnis akan menjual barang atau jasa kepada individu atau grup secara langsung. Ini berarti konsumen tidak akan menjual kembali barang yang sudah dibeli ke pihak manapun.

Model bisnis B2C juga tidak memerlukan perantara apapun antara perusahaan dengan pelanggan. Misalnya, saat Anda membeli pakaian di mall dan membeli makan di restoran..

Business to consumer adalah salah satu bisnis penjualan yang paling sering Anda lihat sehari-hari. Mulai dari membeli makanan, jasa laundry, sampai periksa ke rumah sakit.

Nah berkat perkembangan internet yang pesat saat ini , model bisnis business to consumer juga bisa dilakukan secara online melalui platform eCommerce atau marketplace.

Baca juga: Pembahasan Lengkap Tentang Market Business to Business

Keunggulan B2C

Nah b2c sendiri juga memiliki banyak keunggulan dan manfaat, berikut adalah dua keuntungan utama dari business to customer:

  • Reach yang lebih luas — bisnis b2c umumnya memiliki jangkauan yang lebih luas karena banyaknya pilihan pelanggan yang ada, terutama online.
  • Biaya lebih rendah — karena penjualan melalui b2c berinteraksi langsung dengan pelanggan, tentunya ini akan memangkas biaya tambahan yang dibutuhkan sebuah bisnis.

Perbedaan B2B dan B2C

Perbedaan B2B dan B2C

Saat ini masih banyak orang yang tidak mengerti perbedaan antara B2B (business to business) dan B2C (business to consumer). Sekilas, perbedaan kedua model tersebut tidak terlalu terlihat.

Memang barang yang ditawarkan oleh kedua model bisnis mungkin sama. Namun sebenarnya, B2B dan B2C perbedaan yang cukup besar loh sahabat Qwords!

Berikut adalah beberapa perbedaan business to business dan business to customer:

  • Target audiens — b2b menargetkan pelaku-pelaku bisnis atau reseller, sedangkan B2C menargetkan konsumen individu perorangan dan group dalam skala yang lebih kecil.
  • Jumlah penjualan — bisnis b2b tidak perlu menjual barang dalam jumlah yang besar untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal, sedangkan b2c biasanya memerlukan jumlah penjualan yang lebih besar.
  • Hubungan penjual dan pembeli — bisnis b2c umumnya berhubungan langsung dengan konsumen, sedangkan b2b mempunyai hubungan penjual dan pembeli yang lebih panjang dan rumit.
  • Persaingan — umumnya, b2b memiliki tingkat persaingan yang lebih rendah dibandingkan dengan bisnis model b2c.

Pada umumnya, banyak produk b2c bisa menjadi produk b2b. Sedangkan produk b2b sangat sedikit digunakan oleh konsumen secara langsung.

Baca juga: 7 Strategi Content Marketing Terbaik Untuk Bisnis

Jenis-Jenis B2C

Ada berbagai tipe business to customer yang berbeda, berikut adalah penjelasan singkat tentang beberapa jenis yang paling populer.

Penjualan langsung

Tipe B2C yang mungkin Anda temui adalah jenis penjual langsung atau direct seller. Pada jenis model ini perusahaan atau pelaku bisnis akan menawarkan produknya langsung ke konsumen.

Saat ini banyak direct sales yang dilakukan secara online. Hal ini terbukti dari banyaknya penjual dan individu yang menjual produk dan jasanya pada platform maupun social media.

Perantara Online

Perantara online adalah jenis penjualan langsung yang dilakukan secara online melalui layanan perantara. Umumnya, jenis ini mempunyai fungsi yang sama seperti broker. 

Penyedia layanan perantara ini akan mendapatkan fee dari setiap penjualan yang dilakukan oleh penjual. Contoh dari penjualan dengan perantara online adalah situs eCommerce, dan marketplace seperti Shopee, Tokopedia, and Lazada.

Baca juga: Apa Itu Marketplace? Ini Penjelasan Lengkapnya

B2C Berbasis Iklan

Model b2c lainnya adalah website atau toko e-commerce yang membuat konten berkualitas untuk meningkatkan traffic website.

Nantinya, website dengan traffic yang tinggi akan dimanfaatkan perusahaan dan jasa untuk menjual slot iklan yang menawarkan informasi penjualan produk atau jasa.

Jenis b2c ini bisa dilakukan jika website dan toko e-commerce yang Anda punyai mempunyai konten berkualitas dan traffic yang stabil dan tinggi.

Baca juga: 20+ Cara Meningkatkan Traffic Website Cepat Serta Efektif

B2C Berbasis Biaya

Model bisnis business to customer berbasis biaya adalah bisnis yang menawarkan layanan, produk, dan manfaat kepada para konsumennya dengan imbalan biaya untuk setiap individu yang bergabung.

Salah satu contoh terbaik dari jenis b2c berbasis biaya adalah bisnis MLM (multi level marketing) yang menawarkan tambahan uang untuk setiap anggota yang bergabung melalui undangan member.

B2C Berbasis Komunitas Online

B2C juga bisa dilakukan melalui komunitas online. Model bisnis b2c yang ini memang mempunyai kemiripan dengan model perantara online.

Namun alih-alih menawarkan produk dan jasa Anda melalui pihak ketiga yang memerlukan fee tambahan, Anda yang menawarkan produk dan jasa ke komunitas online.

Komunitas online adalah platform dimana banyak diskusi yang terjadi antar individu atau kelompok. Pengguna komunitas online juga beragam mulai dari anak muda sampai orang tua.

Penutup

Bisnis model b2c terjadi ketika sebuah bisnis dan usaha menjual barang secara langsung ke konsumen yang berlaku sebagai end-user.

Nah pada artikel kali ini, kami telah membahas pengertian, jenis, dan manfaat dari b2c sahabat Qwords. 

Jika Anda tertarik untuk melakukan business to customer, melalui perantara online seperti eCommerce website adalah salah satu pilihannya.

Untuk membuat sebuah website, Anda akan membutuhkan layanan hosting terbaik dari Qwords.com. 

Hanya dengan 15 ribuan saja, Anda sudah bisa membangun toko eCommerce menggunakan paket value performance Qwords. Yuk langsung saja bergabung!

Semoga artikel ini bermanfaat. Jika ada pertanyaan, jangan lupa untuk tinggalkan pesan pada kolom komentar.

Amera P. Safira With a newfound love of the IT world, Amera likes to turn complex topics into easy-to-read and comprehensive articles. In her spare times, Amera enjoys playing video games and reading every book she can find.

Cara Membuat Website Gratis untuk Pemula,…

Memiliki website pada zaman sekarang dapat membantu dalam memperkuat proses branding bisnis atau kreativitas Anda secara luas. Sebab, dengan website, Anda bisa menjangkau semua...
Jordy Prayoga
2 min read

Tips Menghemat Biaya Server, Performa Naik…

Di era saat ini, kehadiran website untuk berbagai kebutuhan personal dan bisnis menjadi sangat penting.  Namun, untuk menjalankan website, sahabat Qwords membutuhkan server hosting...
Eril Obeit Choiri
3 min read

Sewa Domain, Solusi Terbaik untuk Kebutuhan…

Jika sudah cukup familier dengan domain, Sahabat Qwords tentu tahu bahwa sistem penggunaannya adalah dengan mendaftarkannya selama minimal 1-10 tahun. Dengan durasi tersebut, Anda...
Jordy Prayoga
2 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *