Pembahasan Lengkap Tentang Market Business to Business

3 min read

Market Business to Business

Bisnis secara umum tidak lepas dari aktivitas produksi, pemasaran, pembelian dan penjualan. Sedangkan skala bisnis bisa dimulai bisnis skala mikro, bisnis skala kecil, bisnis skala menengah dan bisnis skala besar. Yang menjadi pembeda setiap bisnis adalah skala modalnya, semakin banyak maka semakin besar pula bisnis tersebut.

Tujuan setiap bisnis dijalankan adalah menghasilkan barang atau jasa yang bisa dikonversikan menjadi keuntungan. Ketika memulai bisnis, hal penting yang harus riset terlebih dahulu adalah mengenai seberapa besar target pasarnya. Dengan mengetahui target pasar Anda bisa menentukan model bisnis dan strategi yang tepat untuk mengembangkan bisnis menjadi lebih besar.

Ada dua jenis bisnis yang perlu Anda ketahui agar tidak salah yaitu Business to Business (B2B) dan Business to Customer (B2C). Keduanya memiliki perbedaan terutama target pasar yang dibidik. Nah untuk lebih lengkapnya kita akan membahasnya dibawah ini.  

Apa itu Business to Business atau B2B?

Market Business to Business
Market Business to Business

Mungkin Anda sudah sering tahu istilah B2B (baca:bitubi) dalam bisnis. B2B adalah kepanjangan dari Business to Business yang memiliki arti bisnis yang dijalankan dengan menjual produk atau jasa dari satu perusahaan kepada perusahaan lain.

Menjalankan bisnis B2B dianggap lebih menantang karena target utamanya adalah bisnis bukan lagi perorangan, jadi untuk strategi yang dijalankan pasti berbeda. Selain itu dari segi modal yang dikeluarkan juga berbeda jauh, bisnis B2B membutuhkan modal yang besar tetapi keuntungan yang akan didapatkan pastinya juga besar.

Contoh bisnis B2B yang paling mudah website ini saja, Qwords.com memiliki layanan penjualan Hosting Bisnis yang menyasar kepada para perusahaan dan startup, nah inilah yang disebut business to business. Qwords adalah bisnis penjualan hosting domain dan perusahaan serta startup menjadi target bisnis hosting. Jadi layanan yang dijual memiliki target untuk pelaku bisnis bukan lagi perseorangan.

Baca juga : Contoh Membuat Marketing Plan Yang Benar

Marketing B2B

Marketing B2B terjadi antara pelaku bisnis dengan bisnis lainnya. B2B ini tidak bisa mengambil keputusan yang cepat seperti business to customer, pihak perusahaan perlu menghitung untung rugi terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan. Salah satu funnel pemasaran yang terkenal dan ampuh untuk market bisnis adalah dengan menggunakan Awareness, Interest, Desire dan Action (AIDA). Nah agar Anda tidak bingung silahkan praktekkan strategi marketing B2B yang sudah Kami rangkum berikut:

  • Tentukan target

Tujuan dan Target perusahaan
Tujuan dan Target perusahaan

Sebelum menjalankan strategi marketing, Anda perlu menentukan target terlebih dahulu. Untuk target pasar bisnis cenderung lebih mudah dikenali, jadi Anda sudah punya gambaran bisnis apa yang membutuhkan produk dan jasa yang akan dijual.

Meskipun sudah bisa dikenali, Anda perlu membuat daftar buyer personas untuk bisnis secara detail dan tertarget. Identifikasi kebutuhan setiap bisnis secara lengkap, karena akan sia-sia jika Anda melakukan strategi marketing yang tidak memiliki arah dan tujuan sehingga menghabiskan waktu, tenaga, pikiran dan modal bisnis saja.

  • Bangun hubungan baik

Siklus transaksi bisnis B2B pastinya berbeda dengan B2C. Sebelum mengambil keputusan, konsumen Anda perlu memperhitungkan secara matang tentang untung dan ruginya. Jadi tugas Anda selaku marketing B2B adalah membangun hubungan yang baik dengan calon customer dan melakukan edukasi yang mendalam tentang produk atau jasa yang Anda jual. Dengan membangun hubungan yang baik peluang untuk terjual lebih besar.

  • Sesuaikan kebutuhan pelanggan

Konsumen perusahaan tidak mungkin mengeluarkan banyak uang untuk membeli produk atau jasa yang kurang bermanfaat. Karena ini nantinya akan berkaitan dengan arus kas bisnis, jadi sebelum menjual barang atau jasa Anda perlu melakukan riset terlebih dahulu tentang kebutuhan bisnis.

Dalam prakteknya konsumen bisnis biasanya memiliki banyak permintaan kepada barang dan jasa yang dibeli. Untuk itu Anda sebagai marketing B2B harus bisa menyesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Neil Patel dalam blognya mengemukakan bahwa menyesuaikan dengan kebutuhan pelanggan bisa meningkatkan penjualan lebih dari 60%. Jadi untuk target konsumen bisnis jangan terlalu kaku bisa menyesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

  • Prioritas kepuasan pelanggan

    memahami karakter pelanggan
    memahami karakter pelanggan

Kepuasan pelanggan menjadi salah satu hal yang penting, apalagi target Anda adalah pelaku bisnis. Perlu Anda catat kepuasan pelanggan bukan hanya pada produk dan jasa saja, melainkan customer service dan customer support kepada produk dan jasa yang Anda jual. Selain itu Anda juga perlu mendengarkan kritik dan saran yang diberikan oleh konsumen agar kedepannya bisnis bisa semakin sukses.

  • Optimasi website

Saat ini kebanyakan orang mencari informasi melalui media internet, tidak terkecuali para calon konsumen Anda. Jika bisnis tidak ada di Internet bagaimana bisnis Anda bisa ditemukan? Untuk itu Anda perlu memiliki website untuk keperluan strategi marketing B2B. Kami memiliki rekomendasi Unlimited Hosting dari Qwords untuk keperluan bisnis Anda. Tidak cukup sampai disitu, Anda perlu melakukan optimasi website agar website Anda memiliki peringkat yang baik di mesin pencarian sehingga mudah ditemukan oleh konsumen.

  • Event marketing

Strategi marketing yang terakhir adalah dengan mengikuti event-event bisnis. Pada setiap penyelenggaraan event biasanya banyak para pelaku bisnis berkumpul, ini menjadi peluang untuk Anda memperkenalkan produk dan jasa yang Anda jual. Dengan mengetahui secara langsung, konsumen dari B2B akan lebih percaya dan yakin dengan produk dan jasa yang Anda jual.

Perbedaan B2B dan B2C

Sebelum ditutup, mungkin ada diantara kalian yang masih bingung perbedaan antara B2B dengan B2C. Business to Customer (B2C) adalah bisnis yang dijalankan dengan menjual produk atau jasa kepada customer secara langsung. Perbedaan B2B dan B2C hanya pada target pasarnya saja, yang satu diperuntukan untuk bisnis dan yang satunya langsung kepada customer.

Nah demikian pembahasan lengkap tentang market business to business. Silahkan coba praktekan 6 strategi B2B yang sudah Kami jelaskan diatas. Jika ada tambahan atau kekurangan silahkan tuliskan dalam kolom komentar dibawah.

Terima kasih 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *