Berbicara masalah computer, pasti Anda akan bertemu dengan istilah software engineering. Mungkin ada beberapa orang yang masih awam dengan istilah software engineering ini, akan tetapi untuk orang yang sudah sudah lama mendalami IT terutama pada bagian software developer pasti sudah tidak asing dengan istilah software engineering. 

Tetapi bagi Anda yang belum tahu tidak perlu khawatir karena pada artikel kali ini Kami akan membahas mengenai apa itu software engineering secara lengkap.

Apa Itu Software Engineering

Dikutip dari Wikipedia Software Engineering atau Rekayasa Perangkat Lunak adalah bidang profesi yang mendalami tentang cara pembuatan, pengembangan, pemeliharaan dan manajemen kualitas software. Menurut IEEE Computer Society, Software Engineering adalah penerapan pada teknologi dengan pendekatan yang sistematis dan disiplin atas perangkat lunak yang dibuat.

Software Engineering
Software Engineering

Secara umum pengertian software engineering adalah penerapan beberapa prinsip dalam pengembangan perangkat lunak. Software engineering digunakan dalam pembuatan aplikasi yang lebih kompleks dan besar, umumnya digunakan pada pengembangan software untuk kebutuhan bisnis, organisasi dan perusahaan skala besar.

Elemen Software Engineering

Dalam prosesnya, software engineering memiliki 3 elemen penting yang menjadi kunci kesuksesan, yaitu:

1. Metode

Elemen pertama yaitu metode, ada beberapa serangkaian tugas yang harus dilakukan seperti:

  • Proses perencanaan dan estimasi proyek
  • Analisis tentang kebutuhan software dan sistem
  • Melakukan desain struktur data
  • Arsitektur program yang akan dibuat
  • Prosedur algoritma yang dipakai
  • Coding program
  • Testing program
  • Pemeliharaan program

2. Peralatan

Peralatan software engineering memiliki fungsi untuk memberikan dukungan untuk metode, contohnya:

  • CASE yaitu suatu software yang memiliki fungsi untuk menggabungkan antara software, hardware dan database software engineering untuk bisa menghasilkan software engineering yang baik.
  • Database software engineering adalah suatu struktur data yang isinya mengenai informasi penting tentang analisis program, desain program, kode program dan testing program.
  • CAD (Computer Aided Design)
  • CAE (Computer Aided Engineering)
  • CAM (Computer Aided Manufacturing)

3. Prosedur

Dalam prosedur software engineering terdiri dari:

  • Pengurutan metode yang digunakan
  • Dokumen, formulir dan laporan yang diperlukan
  • Kontrol kualitas software
  • Melakukan koordinasi perubahan pada software

Model Pengembangan Software Engineering

Proses pengebangan perangkat lunak (Software Development Process) adalah penerapan struktur pada pengembangan software yang memiliki tujuan sebagai panduan untuk mensukseskan dalam pengembangan software dengan melewati beberapa tahapan tertentu. Dalam proses pengembangannya terdapat beberapa paradigma model pengembangan sistem yang bisa digunakan, diantaranya sebagai berikut ini:

1. Waterfall

Waterfall Model
Waterfall Model

Model sekuensial linier atau lebih dikenal dengan model waterfall, model ini sudah ada paling lama jika dibandingkan model lain dan penggunanya paling banyak. Sistem waterfall ini menggunakan pendekatan pengembangan perangkat lunak yang sistematik dan sekuensial dimulai dari tahapan awal seperti melakukan analisis kebutuhan, melakukan desain sistem, coding, pengujian dan penerapan program.

Model waterfall ini bisa dipilih ketika semuanya sudah jelas dan sudah terstruktur dengan rapi, karena jika ada satu proses yang terhenti maka proses selanjutnya tidak bisa berjalan sehingga target waktu bisa tidak sesuai dengan planning. Model waterfall ini tidak cocok untuk development software yang membutuhkan waktu yang lama dalam pengembangannya.

2. Prototype

Prototype Model
Prototype Model

Model prototype merupakan evolusi dari waterfall, prosesnya lebih simple dan cocok untuk diterapkan saat ini. Hanya ada 3 alur kerja dalam model prototype ini, yaitu:

  • Mendengar dari kebutuhan konsumen
  • Build prototype/mock-up
  • Presentasi kepada konsumen

Setelah melakukan presentasi kepada konsumen, biasanya akan ada masukan-masukan baru mengenai kebutuhan konsumen. Jika sudah dikerjakan maka akan diulang kembali perputarannya sampai konsumen benar-benar puas. Sehingga software yang dibuat bisa sesuai dengan kebutuhan konsumen sampai terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak.

3. Model Rapid Application Development (RAD)

RAD Model
RAD Model

Rapid Application Development adalah model pengembangan perangkat lunak linear yang sangat pendek kira-kira 60-90 hari saja. Model RAD ini mengadaptasi kecepatan tinggi dengan pendekatan konstruksi berbasis komponen. 

RAD lebih efektif dibandingkan model waterfall dan cocok untuk keperluan sistem yang mendesak. Kekurangan dari RAD ini adalah tidak semua software cocok menggunakan RAD, salah satunya sistem yang memiliki resiko tinggi dan membutuhkan tenaga kerja yang banyak.

Baca juga : Bahasa Pemrograman Terpopuler

4. Incremental

Increment Model
Increment Model

Incremental merupakan kombinasi dari beberapa elemen waterfall yang diaplikasikan secara berulang dengan model prototype. Element tersebut terus dikerjakan hingga menghasilkan sistem yang dibutuhkan oleh konsumen. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat ilustrasi gambar berikut ini:

Kelebihan dari incremental model ini adalah personil bisa bekerja dengan optimal dan mampu mengakomodir kebutuhan perusahaan yang fleksibel. Konsumen bisa menggunakan terlebih dahulu sistem yang sudah jadi sembari menunggu fitur yang belum tersedia. Kekurangan incremental model adalah tidak cocok diterapkan untuk proyek yang besar lebih dari 200.000 ribu baris coding.

5. Spiral

Spiral Model
Spiral Model

Spiral model ini mengadopsi dari dua model sebelumnya yaitu prototyping dengan perulangan dan model waterfall. Model spiral atau bisa disebut juga Spiral Boehm bekerja dengan beberapa tahapan-tahapan berikut ini:

  • Liaison, tahan untuk melakukan komunikasi yang baik dengan user langsung.
  • Planning, menentukan sumber informasi, batasan waktu dan informasi tentang proyek yang akan dijalankan.
  • Analisis resiko, mencari segala resiko yang akan terjadi baik masalah teknis atau manajemen.
  • Rekayasa, proses dalam pembuatan prototype sistem.
  • Konstruksi dan pelepasan,  tahap pembangunan sistem dari prototype kemudian dilakukan pengujian, install dan diberikan masukan-masukan untuk keberhasilan sistem yang dibuat.
  • Evaluasi, menerima masukan terhadap proyek yang sudah dijalankan.

Kekurangan dari sistem spiral ini adalah membutuhkan waktu yang panjang dan biaya yang besar. Tetapi dari segi kelebihannya adalah sangat mempertimbangkan resiko munculnya permasalahan sehingga bisa digunakan untuk pembuatan sistem dengan skala yang besar.

Selain 5 model SDLC pengembangan Software Engineering diatas, mungkin masih ada beberapa model yang belum Kami bahas seperti Agile Model, V-Shaped Model, Big Bang Model dan lain sebagainnya.

Engineering Software sekarang ini menjadi hal yang penting untuk dipelajari, apalagi sekarang semua serba menggunakan software. Kedepannya permintaan akan kebutuhan software semakin meningkat, untuk itu karir sebagai software engineering masih sangat menjanjikan untuk ditekuni.

Untuk itu Anda bisa mulai belajar software engineering dengan mulai mempelajari buku-buku software engineering yang banyak dijumpai pada toko buku atau e-book pada internet.

Jangan lupa untuk keperluan hosting bisnis terbaik untuk kebutuhan pengembangan software engineering percayakan pada Qwords yang sudah berpengalaman puluhan tahun untuk menangani kebutuhan konsumen. Langsung saja kunjungi website Kami di www.Qwords.com dan dapatkan promo menarik setiap harinya.

Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *